NAMA : DIMAS SYAH FACHLEVI
NIM : 180321100154
KELAS : D
Manajemen Pemasaran
STRATEGI PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK
1.
Segmentasi, targeting dan
positioning Produk Beras Merah Organik
Dalam
pemasaran beras organik agar mencapai target yang direncanakan, terdapat tiga
komponen utama yang harus dijalankan sebagai rangkaian dari strategi promosi perusahaan.
Tiga komponen tersebut
adalah segmenting targeting positioning (STP). Untuk
memahami lebih jauh terkait tiga komponen tersebut, dalam artikel ini akan
dibahas secara khusus mengenai komponen pemasaran produk sebagai berikut.
1. Segmenting
Segmenting atau yang sering dikenal dengan
segmentasi pasar merupakan tindakan mengklasifikasikan pasar ke dalam
kelompok-kelompok dengan berbagai kategori. Sehingga kondisi tersebut
memungkinkan kebutuhan produk yang berbeda atau kombinasi pemasaran yang
terpisah. Singkatnya, segmentasi merupakan proses membagi pasar menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil berdasarkan dari karakteristik yang memiliki
nilai. Melalui segmentasi pasar, aktivitas pemasaran bisa dilaksanakan sesuai
dengan rencana dan memperoleh hasil yang maksimal dalam memberikan kepuasan
untuk konsumen.
Dalam
segmentasi pasar, terdapat beberapa variabel yang harus di perhatikan seperti
aspek demografis, psikografis maupun behavior atau perilaku konsumen.
Pada aspek demografis misalnya, membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok
seperti umur, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, ras, dan lain sebagainya.
Kemudian dari aspek psikografis, Anda akan membagi pasar ke dalam
kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial seperti kepribadian,
gaya hidup, dan lain sebagainya.Terakhir adalah aspek perilaku, Anda akan
membagi konsumen ke dalam segmen-segmen sesuai dengan kategori dalam tingkah
laku konsumen, perasaan, cara mereka menggunakan produk atau kondisi pemakaian,
serta loyalitas terhadap brand. Upaya yang dapat Anda lakukan untuk
menentukan segmen ini adalah dengan membagi pasar ke dalam
kategori user dan non user atas produk.
Jadi dengan
melakukan segmenting ini kita dapat mengklasifikasi pasar kedalam beberapa
kelompok hal ini akan lebih memudahkan perusahaan dalam memasarkan beras
organik agar bisa dijual sesuai target yang telah direncanakan.
2. Targeting
Komponen kedua dalam targeting beras merah organik adalah menetapkan
target pasar yang ingin di sasar. Targeting merupakan tindakan
menilai ketertarikan dan minat dari beragam segmen pasar, kemudian menentukan
segmen pasar mana yang akan dijadikan sebagai target pasar. Target pasar dipahami
sebagai kelompok yang dipilih oleh suatu bisnis untuk dijadikan sebagai calon
pelanggan dengan melakukan penargetan dan segmentasi. Sebelumnya akan
dijelaskan bahwa terdapat empat strategi yang bisa pilih dalam
melakukan targeting diantaranya undifferentiated targeting
strategy, differentiated targeting strategy, concentrated targeting
strategy, dan custom targeting strategy.
·
Undifferentiated targeting strategy menjelaskan bahwa strategi ini
ditujukan untuk pasar besar dengan kebutuhan yang serupa. Maka dari itu, di
dalamnya hanya akan ada satu jenis pemasaran yang diterapkan untuk melayani
semua jenis pasar. Perusahaan hanya mendapat peluang untuk mengoptimalkan
produksi, distribusi dan periklanan massa untuk mendapatkan citra terbaik dari
konsumen secara mayoritas.
·
Differentiated targeting strategy menjelaskan bahwa perusahaan
memproduksi berbagai produk dengan masing-masing ciri yang berbeda. Setiap
konsumen tentu saja menginginkan variasi produk yang beragam, sehingga Anda
harus berupaya menawarkan beberapa jenis produk sesuai permintaan pasar.
·
Concentrated targeting strategy, perusahaan hanya berfokus menawarkan
jenis produk tertentu dalam satu segmen yang dinilai paling berpeluang pasar.
·
Custom targeting strategy ditujukan pada pendekatan konsumen yang
bersifat individual.
Strategi dalam memasarkan beras merah organik ini
menggunakan strategi Undifferentiated targeting yang akan melayani semua jenis
pasar serta mengoptimalkan produksi beras organik, dengan demikian sasaran
pasar akan semakin meluas serta peluang untuk terjual akan lebih intens.
3. Positioning
Ketiga dalam
memasarkan beras organik ada positioning atau penempatan produk yang
merupakan upaya untuk menempatkan posisi produk dalam menghadapi persaingan.
Pengembangan strategi pemasaran ini bertujuan untuk mempengaruhi tentang
bagaimana suatu segmen pasar tertentu menilai produk maupun jasa ketika
dibandingkan dalam kompetisi pasar. Sementara, dalam menentukan posisi pasar
harus menunjukkan bahwa produk bisa dibedakan dari kompetitornya.
Itulah yang
perlu di pahami tentang segmenting,
targeting dan positioning dalam strategi pemasaran. Dengan
demikian, pemasaran yang dijalankan mendapatkan hasil yang optimal, yaitu
menarik minat konsumen agar mereka melakukan transaksi pembelian.
Jika telah
berhasil mendorong konsumen untuk membeli produkberas organik, maka
selanjutnya harus mengupayakan kemudahan
transaksi yang akan mereka lakukan. Perlu memikirkan sistem transaksi yang bisa
langsung dilakukan melalui website. Hal ini ditujukan agar calon pembeli
dapat langsung membayar pesanannya saat itu juga. Untuk mengakomodasi
penerimaan pembayaran melalui berbagai metode, perlu menggunakan layanan payment
gateway seperti Xendit. Menerima
pembayaran sesuai dengan preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bagi
bisnis Anda. Dengan Xendit, dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual
account (transfer bank), kartu kredit/debut, gerai retail dan cicilan tanpa kartu
kredit. Selain itu, dapat membuat dan mengelola tagihan dengan mudah dan
bagikan payment link kepada pelanggan dengan xeninvoice. Dapatkan
notifikasi real-time ketika menerima pembayaran. Dengan demikian baik dari
penempatan produk beras merah organik maupun sisi transaksi pembayarannya akan
lebih mudah sehingga pelaksanaan berjalan dengan maksimal dan efektif.
2.
Bauran Pemasaran dari Produk
Beras Merah Organik
Dalam
bauran pemasaran dari produk beras merah organik, ada beberapa kumpulan alat
pemasaran taktis, yang terkendali (produk, harga, tempat dan promosi) yang
dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar
sasaran. Pengertian lain bauran pemasaran yakni strategi kombinasi yang
dilakukan oleh berbagai perusahaan dalam bidang pemasaran. Hampir semua
perusahaan melakukan strategi ini untuk mencapai tujuan pemasarannya, apalagi
dalam kondisi persaingan yang sangat ketat. Konsep bauran pemasaran terdiri dari 4P, yakni
Produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion).
Sementara menurut Boom dan Bitner menambah dalam bisnis jasa, bauran pemasaran
di tambah 3p yakni: Orang (people), bukti fisik (physical Evidence), proses
(Process). Dari penjelasan ini, bahwa dapat disimpulkan secara keseluruhan
konsep bauran pemasaran (marketing mix) untuk produk jasa digabungkan menjadi
7P. Adapun kegiatan yang di maksud dalam marketing mix, 7P yaitu :
1. Produk (Product)
Produk adalah suatu barang baik secara fisik atau tidak yang
akan kita jual kepada konsumen dan memiliki lebel atau (brand) yang ditawarkan
dalam produk tersebut. Produk akan terus berkembang sesuai kebutuhan yang ada
di masyarakat dan perkembangan teknologi. Dengan cara melihat pangsa pasar dan
menganalisa kebutuhan dari keinginan masyarakat terhadap produk yang akan
digunakan, sehingga bisa memberikan nilai yang bermanfaat (kualitas yang baik)
kepada konsumen atas produk yang kita tawarkan. Beras merah organik sendiri
mempunyai kualitas yang bagus dan mampu bersaing di pasar nasional maupun
internasional.
Untuk menarik konsumen agar produk beras merah organik yang
ditawarkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka perlu strategi dalam
mengembangkannya, adapun strategi dalam mengembangkan produk,10 sebagai
berikut:
1) Penentuan Logo dan Moto
Logo merupakan ciri khas dari suatu produk sedangkan moto
adalah kata yang mendorong produk dalam melayani kebutuhan masyarakat. Maka
dari itu logo dan moto harus dirancang dengan benar sehingga masyarakat atau
nasabah bisa dengan mudah ingat.
2) Menciptakan Merek
Jasa yang ditawarkan perlu diberikan merek tertentu. Merek
bisa berupa simbol, istilah, nama, desain atau kombinasi dari semuanya, yang
melambangkan suatu lembaga tersebut, sehingga merek satu lembaga dengan lembaga
lain hampir tidak ada merek yang sama. Produk beras merah organik akan dibuat
semenarik mungkin agar konsumen tertarik. Faktor-faktor yang harus
dipertimbangkan dalam pembuatan merek:
·
Mudah diingat
·
Terkesan hebat dan modern
·
Memiliki arti (dalam arti
positif)
·
Menarik perhatian
3) Menciptakan Kemasan
Kemasan neras merah organik akan dibuat semenarik mungkin,
karena kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Namun dalam dunia, kemasan
diartikan pemberian pelayanan atau jasa kepada para nasabah, pembungkus dalam
bidang jasa, misalnya buku tabungan, cek, bilyet. Kemasan yang akan digunakan
beras merah organik tentunya aman dan juga berkualitas agar sampai ke konsumen
dengan kondisi yang baik.
4) Keputusan Label
Label yang digunakan beras merah organik tentunya menarik
karena label juga merupakan bagian dari kemasan, yang dilengketkan pada produk
yang ditawarkan. Dalam pembuatan produk, tentu konsumen harus mengetahui
manfaat produk yang akan ditawarkan, sebagai berikut:
·
Karakteristik produk yakni
kemampuan suatu produk dalam melakukan fungsinya, kemampuan daya tahan, desain,
dan kreatifitas.
·
Produk sebagai kumpulan
keuntungan yakni hasil suatu produk yang dibeli bisa jadi keunggulan,
dilengkapi berbagai macam fitur dalam produk untuk menunjang kegiatan nasabah.
Adanya aplikasi BSM mobile banking sehingga banyak memberikan keuntungan kepada
nasabah tanpa perlu terlibat langsung dengan karyawan.
·
Produk sebagai pemuas nilai
yakni menambah nilai bagi pelanggan, manfaat dari produk tersebut yang
menciptakan kepuasan terhadap konsumen, dengan kemudahan dioperasional dan
diperbaiki jika terjadi kerusakan.
2. Harga (Price)
Harga beras merah organik yang terjangkau dengan kualitas
yang terbaik. Harga merupakan jumlah yang harus dibayar oleh konsumen untuk
memproleh produk yang ia inginkan. Sebuah perusahaan menegosiasikan harga
dengan masing-masing pelanggan, dengan menawarkan diskon, menghitung biaya produksi.
Untuk menyesuaikan harga dengan penjual lain sehingga membawa produk agar
sejalan dengan persepsi pembeli, sehingga mereka menganggap harga yang
ditetapkan sesuai dengan hasil atau barang yang didapatkan. Serta harga yang
sama dalam satu lingkungan juga diaggap wajar.
Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa dapat
disimpulkan harga adalah suatu cerminan dari nilai. Harga salah satu aspek yang
paling penting kegiatan pemasaran.
Dengan adanya penentuan harga, maka akan menjadi mudah. Penentuan
harga oleh suatu bank dimaksudkan untuk berbagai tujuan yang akan dicapai.
Dalam penetapan harga, perusahaan memiliki beberapa tujuan, diantaranya:
·
Untuk memaksimalkan laba
Tujuan penetapan harga ini diharap penjualan terus meningkat sehingga laba
dapat ditingkatkan. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga yang
murah atau tinggi.
·
Untuk memperbesar market
share dengan harga yang murah diharapkan jumlah pelanggan meningkat dan
diharpakan pula pelanggan pesaing beralih ke produk yang ditawarkan.
·
Mutu produk Memberikan kesan
atas produk atau jasa yang ditawarkan dengan memiliki kualitas yang tinggi,
biasanya harga jual yang ditentukan semakin tinggi pula, namun konsumen akan
merasa puas jika produk yang kita berikan berkualitas bagus.
·
Karena pesaing Penentuan
harga dengan melihat pesaing. Dengan tujuan agar harga yang ditawarkan jangan
melebihi harga pesaing, sehingga tidak adanya ketimpangan harga.
Memilih harga tergantung keperluan, yaitu:
1.
Kesesuain harga atau biaya dengan
kualitas jasa, diukur melalui kualitas produk dan pelayanan. Dengan kualitas
produk yang bagus dan pelayanan. Kualitas produk harga yaitu kelengkapanan
fasilitas dari setiap produk yang ditawarkan, sehingga kesesuai harga dan
kualitas terhadap nasabah yang menggunakan akan merasa puas. Serta pelayanan
yang baik akan merasa puas dan senang, sehingga harga yang mau dibayarkan
berapun akan tidak menjadi masalah, harga potongan bulanan yang mahal namun
pelayanan juga buruk, nasabah tentu akan merasa tidak puas.
2.
Keterjangkaun harga, diukur
melalui tingkat harga segi biaya, diantaranya: a. Biaya administrasi, dilihat
dari setoran awal saat pembukaan rekening buku tabungan yang murah. Maka
nasabah akan banyak menggunakannya. b. Potongan harga yang tidak terlalu
tinggi, potongan perbulan yang tidak terlalu memberatkan nasabah.
3.
Daya saing harga diukur
dengan riset pasar dan perbandingan harga terhadap kualitas setiap penawaran
yang ditawarkan oleh pesaing. Dengan adanya setoran awal yang murah, akan
meningkatkan nasabah dalam pembukaan rekening tabungan. Lembaga harus bisa
memposisikan harga, dan pangsa pasar dijadikan untuk penentu harga.
4.
Kesesuain harga atau biaya
dengan manfaat, dilihat dengan segi manfaat yang bisa memenuhi kebutuhan
nasabah. Bisa dilihat dengan kelengkapan fitur dan kesesuai spesifikasi yang
ada dalam produk tabungan sehingga bisa memenuhi kebutuhan nasabah.
3. Lokasi (Place)
Penentuan lokasi perusahaan beras merah organik yang tepat
menjadi sangat penting, apaagi bagi lembaga perbakan. Dalam persaingan yang
ketat penentuan lokasi mempunyai pengaruh cukup signifikan dalam aktivitas
menghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkan pembiayaan kembali kepada
masyarakat. Karena dengan lokasi yang tepat, masyarakat akan mengetahaui
keberadaan lembaga perbankan tersebut, sehingga lokasi juga salah satu peranan
penting dalam strategi pemasaran.
Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana
pendukung menjadi sangat penting, agar nasabah mudah menjangkau setiap lokasi
bank yang ada. Pengertian lain dari lokasi yaitu jejaring (net working) dimana
produk dan jasa yang disediakan bank dan dapat dimanfaatkan oleh nasabah.
·
Lokasi untuk kantor pusat.
·
Lokasi untuk kantor wilayah.
·
Lokasi untuk kantor cabang
Sedangkan lokasi dalam pemilihan dan penentuan lokasi suatu perusahaan
ada hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
a) Dekat dengan lokasi pasar. Keputusan pembukaan kantor cabang adengan pasar. Sehingga pedagang bisa
mudah bertransaksi dalam bisnis sehingga tidak terlalu khawatir dengan uang
tunai.
b) Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat. Mempermudah masyarakat dalam bertransaksi membeli beras merah
organik.
c) Dekat dengan kawasan industri dan pabrik. Jika memerlukan suatu hal agar mudah didapat.
d) Dekat dengan perkantoran. Yang menjadi target atau tolak ukur adalah karyawan kantor dan
kantor.
e) Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di suatu lokasi.
Setelah penempatan lokasi, selanjutnya menentukan layout
gedung dan layout.
4. Promosi (Promotion)
Promosi yang dilakukan beras merah organik lebih mengandalkan
media sosial dan aplikasi bisnis. Hal itu bukan hanya sekedar alat komunikasi
antara perusahaan dan konsumen, melainkan juga sebagai alat dalam mempengaruhi
konsumen agar terjadinya pembelian atau penggunaan jasa sesuai dengan kebutuhan
dan keinginannya.
Berdasarkan defenisi di atas promosi merupakan komunikasi.
Dengan menunjukan pada berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam
mempromosikan kebaikan produk, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan
konsumen agar membeli produk tersebut. Karena dengan kita mempromosikan suatu
barang, bisa mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan, karena disinilah
terjadinya pembelian dan penjualan atas ketertarikan produk atau jasa yang
dipromosikan.
Dengan adanya promosi konsumen bisa mengetahaui tentang
produk tersebut dan akhirnya akan memutuskan untuk membelinya. Dengan target
pasar yang berbeda-beda suatu perusahaan harus bisa memutuskan kegiatan promosi
yang tepat bagi suatu produk atau jasa. Serta menyesuaikan dengan anggaran
promosi yang dimiliki perusahaan. Ada empat sarana promosi yang dapat digunakan:
1) Periklanan (adversiting) Iklan
adalah sarana promosi yang digunakan untuk menginformasikan, menarik dan
mempengaruhi calon konsumen. Adapun cara yang bisa di lakukan, yakni:
Pemasangan billboard di jalan yang strategis,pencetakan brosur, dengan menyebarkan
disetiap cabang atau pusat-pusat perbelanjaan, pemasangan spanduk dan lain
sebagainya.
2) Promosi penjualan (sales promotion) Dengan tujuan promosi penjualan untuk meningkatkan penjualan atau
untuk meningkatkan jumlah konsumen.
3) Publisitas (publicity) Untuk
memberikan citra yang baik bisa dilakukan dengan mengadakan kegiatan sosial,
perlombaan cerdas cermat, melakukan seminar produk ke instansi-instansi.
Sehingga bisa meningkatkan pamor perusahaan, baik secra langsung atau tidak.
4) Penjualan Pribadi (Personal Selling) Usaha yang dilakukan masing-masing karyawan dalam melayani dan
mempengaruhi konsumen.
5. Orang (People)
Orang merupakan semua pelaku yang memainkan perana dalam
penyajian jasa.24 Bisa mempengaruhi kulitas jasa yang diberikan. Dalam mencapai
kulitas jasa yang baik, perlu diberikan pelatihan, motivasi kepada staf
sehingga karyawan mampu memberikan kepuasan kepada konsumen.
Berdasarkan definisi di atas,orang adalah karyawan (SDM)
menjadi penting (vital) dalam sebuah proses kegiatan dan keberlangsungan
perbankan syariah. SDM yang terlibat dalam pelayanan yang nantinya bisa
mempengaruhi persepsi pembeli, pribadi pelanggan dan pelanggan lain yang ada
dalam lingkungan pelayanan.
Ada 4 hal yang harus diperhatikan seorang marketer/CEO (Chief
Executive Officer) dalam meningkatkan kualitas layanan:
·
Pelatihan skill interaksi dan
resolusi
·
Sistem dan prosuder imbal
jasa untuk mobilitas kerja
·
Prosedur partisisipasi tim
layanan dan eksekusi layanan
·
Ketertarikan norma-norma religius
dan objektif universal.
Elemen orang memiliki dua aspek, yaitu:
1) Service People Dalam
organisasi jasa, service people biasanya memegang jabatan ganda, yaitu
menggandakan jasa dan menjual jasa tersebut. Melalui pelayanan baik, cepat,
ramah, teliti dan akurat dapat menciptakan kepuasan dan kesetian pelanggan
terhada perusahaan yang akhirnya akan meningkatkan nama baik perusahaan.
2) Customer Faktor lain
yang mempengaruhi adalah hubungan yang ada diantara para pelanggan. Pelanggan
dapat memberikan persepsi kepada pelanggan lain,tentang kualitas jayang pernah
didapatnya dari perusahaan Keberhasilan dari perusahaan jasa berkaitan erat
dengan seleksi, pelatihan, motivas, dan manajemen dari sumber daya manusia.
Alat untuk mengukur orang, diantaranya:
1) Pelatihan (learning center) yakni sarana penunjang untuk memberikan kesempatan bagi karyawan
untuk memperdalam keahliannya baik di bidang teknologi informasi.
2) Motivasi adalah sebuah program yang sangat memotivasi karyawan dengan memberikan
hadiah uang atau kesempatan liburan, jika mencapai target baik dalam hitungan
bulan atau tahun.
3) Seleksi merupakan pengembangan
secara menyeluruh yang secara formal dikaitkan dengan kinerja manajemen dan
penilaian serta perencanaan karier. Program ini memberikan keseimbangan antara
kebutuhan individu dengan sasaran jangka pendek atau panjang.
6. Proses (Procces)
Proses adalah gabungan dari semua aktivitas, yang terdiri
dari prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas dan hal-hal rutin di mana
jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen. Dalam bisnis baik barang atau
jasa pihak pengelolah harus mengedepankan faktor proses karena hal ini
berhubungan secara langsung kepada konsumen selaku pihak yang menerima
pelayanan jasa/ menerima barang dari perusahaan.
Dapat di simpulkan bahwa proses merupakan adanya kegiatan
yang dilakukan karyawan dan nasabah sehingga terjadinya interaksi anatara
keduanya dalam pelayanan jasa. Sesuai dengan SOP suatu lembaga tersebut.
Ada 5 hal yang harus diperhatikan seorang merker/CEO (Chief
Executive Officer) bahwa dalam meningkatkan kualitas layanan bank, terdapat
beberapa proses:
·
Rincian standar prosedur
operasi , manual, dan deskripsi kerja.
·
Prosedur/komplain
·
Standar kinerja layanan
(manual dan tekhnologi)
·
Keterlibatan ifungsional
·
Tingkat just in time
dilivery-lead times deleveries.
7. Bukti Fisik (Phyisical Evidience)
Bukti fisik merupakan lingkungan fisik perusahaan tempat jasa
diciptakan dan tempat penyedia jasa untuk konsumen berinteraksi, ditambah unsur
tangible apa saja yang digunakan dalam mengkomunikasikan atau mendukung peranan
dalam pemasaran jasa tersebut.
Adanya bukti seperti logo, simbol perusahaan,seragam pada
karyawan, laporan, kartu nama, fasilitas yang dimiliki. Yang bisa dikenal dan
di rasakan baik dari konsumen ataupun karyawan sendiri.
Dengan adanya bukti fisik konsumen bisa mengetahui akan
keberadaan suatu lembaga tersebut atau nasabah yang datang ke kantor akan
merasa nyaman dan betah, bisa dilihat dengan lingkungan yang bersih, parkiran
yang tidak semeraut, dekorasi yang indah, serta penampilan para karyawan yang
rapi dan sopan akan menunjukan kompetensi mereka dibidangnya masing-masing,
dengan memeberikan aura yang positif kepada pelanggan.
Bukti fisik dalam bisnis jasa dapat dibagi menjadi dua tipe:
·
Bukti penting (essential
evidience) memiliki nilai yang dibuat penyedia jasa tentang desain, layout
suatu bangunan, lingukungan, dan suasana ruang tunggu.
·
Bukti tambahan (peripheral
evidience)sebuah nilai yang kecil namun dapat mempengaruhi dalam menambah
keberwujudan pada nilai yang disediakan produk jasa, misalnya buku tabungan
atau atm yang menjadi tanda hak untuk memanfaatkan jasa di suatu waktu
kemudian.
Alat ukur dalam mengelolah bukti fisik menurut Lovelock,
diantaranya:
·
An attention creating medium,
perusahaan jasa melakukan deferensiasi dengan pesaing dan membuat sarana fisik
semenarik mungkin, misalnya membuat layout ruangan atau gedung semenarik
mungkin.
·
An a message creating medium
dengan adanya symbol atau syarat khusus untuk mengkomunikasikan secara intensif
kepada nasabah, misalnya kualitas produk yang khas.
·
An effect creating medium,
dengan adanya seragam yang sama, serta bisa menciptakan desain sesuatu yang
lain dari produk jasa yang ditawarkan.
Jadi dalam bauran pemasaran bera merah
organik akan banyak yang akan dijalankan agar mendapat hasil yang maksimal,
maka dari itu aspek-aspek yang dibutuhkan harus terlaksana dengan baik dan
nantinya bisa mencapai omset atau target yang sudah ditetapkan sebelumnya.
3.
Contoh media promosi beras
organik dalam bentuk gambar
Ini adalah media promosi dalam bentuk
gambar yang akan diluncurkan yang nantinya akan membuat para konsumen akan
tertarik dengan produk beras merah organik dan membelinya serta bisa menjadi
pelanggan setia. Tujuan lainnya untuk bisa mencapai omset yang sudah ditetapkan
sebelumnya.
4.
Analisis daya saing beras merah organik di ASEAN
Jika
perusahaan melakukan impor beras ke negara lain tentunya menjadi oeluang besar
untuk dapat memasarkan lebih luas lagi ke kancah internasional sehingga omset
nantinya akan mencapai target bahkan bisa melebihi target yang sudah ditetapkan
sebelumnya. Melihat disisi liberalisasi perdagangan menyebabkan semakin
terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor. Kegiatan ekspor
tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang bertujuan memproteksi dan
mengembangkan produk khususnya di bidang pertanian. Salah satunya kebijakan
Menteri Pertanian nomor 51/Permentan/HK.310/4/2014 mengenai rekomendasi ekspor
dan impor beras tertentu seperti beras organik. Kebijakan sertifikasi lahan
sebagaimana peraturan menteri pertanian nomor 64/Permentan/OT.140/5/2014
menyebabkan biaya lahan dikeluarkan petani tinggi. Permintaan pasar global
beras organik semakin meningkat. Namun hal ini dihadapkan pada pesaing yang
lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai negara
pengeskpor beras organik di dunia. Peluang dan hambatan tersebut dimanfaatkan
oleh petani beras organik di Provinsi Jawa Barat yang berhasil melakukan ekspor
ke negara Amerika Serikat, Jerman, Malaysia, Singapura, Belanda, Italia, dan
Dubai. Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing beras organik
dengan mengidentifikasikan dampak kebijakan pemerintah terhadap kegiatan
pengusahaan beras organik melalui pengamatan langsung. Petani beras di
Kabupaten Tasikmalaya mendirikan gapoktan untuk kegiatan ekspor. Lembaga
tersebut masih berskala kecil sehingga diperlukan lembaga khusus yang lebih
kuat sebagai penghubung. Selama ini, gapoktan tersebut memiliki kendala dalam
penyediaan pupuk, bibit, dan modal sebagai dasar melakukan kegiatan pengusahaan
beras organik. Sehingga diperlukan analisa daya saing dari kegiatan pengusahaan
beras organik di Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini antara lain
: (1) menganalisis daya saing berdasarkan keunggulan kompetitif, komparatif,
dan kebijakan; (2) menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap kegiatan
pengusahaan; (3) menganalisis apabila terjadi perubahan terhadap input maupun
output. Data yang digunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh
dari hasil wawancara dengan pihak Gapoktan, petani atau anggota kelompok tani,
dan penyuluh pertanian setempat sedangkan data sekunder berasal dari website
resmi pemerintahan. Metode penentuan sample dilakukan dengan purposive
sampling. Analisis data menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) dan
analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusahaan beras
merah, beras hitam, dan beras putih organik di Kabupaten Tasikmalaya memiliki
keunggulan kompetitif dan komparatif. Digambarkan dari nilai efisiensi
pengusahaan ketiga varietas yaitu PCR (Privat Cost Ratio) dan DRCR (Domestic
Resources Coefisien) yang bernilai kurang dari satu. Pengusahaan ketiga
komoditi tersebut memberikan keuntungan finansial dan ekonomi. Berdasarkan
nilai keuntungan privat (KP) dan keuntungan sosial (KS) yang bernilai positif.
Kebijakan pemerintah terhadap input dan output secara keseluruhan berdampak
menghambat produsen untuk produksi. Kebijakan pada usaha beras merah organik
tidak bersifat protektif terhadap input maupun output namun bersifat protektif
pada beras hitam dan putih. Hal tersebut tercermin dari nilai EPC (Effective
Protection Coeficient) komoditas beras merah organik yang kurang dari satu dan
lebih besar dari satu pada beras hitam dan putih. Adanya kebijakan subsidi yang
diterapkan pemerintah terhadap pupuk organik masih belum dirasakan oleh petani
beras organik di Kabupaten Tasikmalaya. Serta kebijakan sertifikasi lahan
menyebabkan semakin tingginya biaya pengusahaan beras organik. Hasil analisis
sensitivitas terhadap output pada pengusahaan beras organik berdasarkan
kejadian yang terjadi di tempat penelitian. Penurunan jumlah output pada ketiga
komoditas beras organik sebesar 20 persen tidak memiliki daya saing dan tidak
laik diusahakan secara finansial maupun ekonomi. Namun untuk perubahan biaya
distribusi masih dapat ditanggulangi oleh petani dengan asumsi harga BBM
stagnan di Rp 6500/liter. Perubahan upah tenaga kerja 50 persen masih dapat
memberikan keuntungan secara ekonomi maupun sosial. Implikasi dari berbagai
kebijakan pemerintah untuk petani beras organik di Kabupaten Tasikmalaya belum
efektif dirasakan petani. Kebijakan ekspor harus berbadan usaha, Petani
membutuhkan lembaga yang lebih kuat dan modal yang besar untuk melakukan
kegiatan ekspor. Kebijakan subsidi pun belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh
petani. Kebijakan subsidi lebih dimanfaatkan oleh lembagalembaga lain yang
mengambil keuntungan. Kebijakan yang diterapkan pemerintah harus sesuai seperti
jaminan benih, pupuk, atau kesejahteraan petani melalui asuransi.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan