Khamis, 21 Januari 2021

Dimas Syah Fachlevi

 

NAMA : DIMAS SYAH FACHLEVI

NIM : 180321100154

KELAS : D

Manajemen Pemasaran

STRATEGI PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK

1.     Segmentasi, targeting dan positioning Produk Beras Merah Organik

Dalam pemasaran beras organik agar mencapai target yang direncanakan, terdapat tiga komponen utama yang harus dijalankan sebagai rangkaian dari strategi promosi perusahaan. Tiga komponen tersebut adalah segmenting targeting positioning (STP). Untuk memahami lebih jauh terkait tiga komponen tersebut, dalam artikel ini akan dibahas secara khusus mengenai komponen pemasaran produk sebagai berikut.

1. Segmenting

Segmenting atau yang sering dikenal dengan segmentasi pasar merupakan tindakan mengklasifikasikan pasar ke dalam kelompok-kelompok dengan berbagai kategori. Sehingga kondisi tersebut memungkinkan kebutuhan produk yang berbeda atau kombinasi pemasaran yang terpisah. Singkatnya, segmentasi merupakan proses membagi pasar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil berdasarkan dari karakteristik yang memiliki nilai. Melalui segmentasi pasar, aktivitas pemasaran bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana dan memperoleh hasil yang maksimal dalam memberikan kepuasan untuk konsumen.

Dalam segmentasi pasar, terdapat beberapa variabel yang harus di perhatikan seperti aspek demografis, psikografis maupun behavior atau perilaku konsumen. Pada aspek demografis misalnya, membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok seperti umur, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, ras, dan lain sebagainya. Kemudian dari aspek psikografis, Anda akan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial seperti kepribadian, gaya hidup, dan lain sebagainya.Terakhir adalah aspek perilaku, Anda akan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen sesuai dengan kategori dalam tingkah laku konsumen, perasaan, cara mereka menggunakan produk atau kondisi pemakaian, serta loyalitas terhadap brand. Upaya yang dapat Anda lakukan untuk menentukan segmen ini adalah dengan membagi pasar ke dalam kategori user dan non user atas produk.

Jadi dengan melakukan segmenting ini kita dapat mengklasifikasi pasar kedalam beberapa kelompok hal ini akan lebih memudahkan perusahaan dalam memasarkan beras organik agar bisa dijual sesuai target yang telah direncanakan.

2. Targeting

Komponen kedua dalam targeting beras merah organik adalah menetapkan target pasar yang ingin di sasar. Targeting merupakan tindakan menilai ketertarikan dan minat dari beragam segmen pasar, kemudian menentukan segmen pasar mana yang akan dijadikan sebagai target pasar. Target pasar dipahami sebagai kelompok yang dipilih oleh suatu bisnis untuk dijadikan sebagai calon pelanggan dengan melakukan penargetan dan segmentasi. Sebelumnya akan dijelaskan bahwa terdapat empat strategi yang bisa pilih dalam melakukan targeting diantaranya undifferentiated targeting strategy, differentiated targeting strategy, concentrated targeting strategy, dan custom targeting strategy.

·         Undifferentiated targeting strategy menjelaskan bahwa strategi ini ditujukan untuk pasar besar dengan kebutuhan yang serupa. Maka dari itu, di dalamnya hanya akan ada satu jenis pemasaran yang diterapkan untuk melayani semua jenis pasar. Perusahaan hanya mendapat peluang untuk mengoptimalkan produksi, distribusi dan periklanan massa untuk mendapatkan citra terbaik dari konsumen secara mayoritas.

·         Differentiated targeting strategy menjelaskan bahwa perusahaan memproduksi berbagai produk dengan masing-masing ciri yang berbeda. Setiap konsumen tentu saja menginginkan variasi produk yang beragam, sehingga Anda harus berupaya menawarkan beberapa jenis produk sesuai permintaan pasar.

·         Concentrated targeting strategy, perusahaan hanya berfokus menawarkan jenis produk tertentu dalam satu segmen yang dinilai paling berpeluang pasar.

·         Custom targeting strategy ditujukan pada pendekatan konsumen yang bersifat  individual.

Strategi dalam memasarkan beras merah organik ini menggunakan strategi Undifferentiated targeting yang akan melayani semua jenis pasar serta mengoptimalkan produksi beras organik, dengan demikian sasaran pasar akan semakin meluas serta peluang untuk terjual akan lebih intens.

          3. Positioning

Ketiga dalam memasarkan beras organik ada positioning atau penempatan produk yang merupakan upaya untuk menempatkan posisi produk dalam menghadapi persaingan. Pengembangan strategi pemasaran ini bertujuan untuk mempengaruhi tentang bagaimana suatu segmen pasar tertentu menilai produk maupun jasa ketika dibandingkan dalam kompetisi pasar. Sementara, dalam menentukan posisi pasar harus menunjukkan bahwa produk bisa dibedakan dari kompetitornya.

Itulah yang perlu di pahami tentang segmenting, targeting dan positioning dalam strategi pemasaran. Dengan demikian, pemasaran yang dijalankan mendapatkan hasil yang optimal, yaitu menarik minat konsumen agar mereka melakukan transaksi pembelian.

Jika telah berhasil mendorong konsumen untuk membeli produkberas organik, maka selanjutnya  harus mengupayakan kemudahan transaksi yang akan mereka lakukan. Perlu memikirkan sistem transaksi yang bisa langsung dilakukan melalui website. Hal ini ditujukan agar calon pembeli dapat langsung membayar pesanannya saat itu juga. Untuk mengakomodasi penerimaan pembayaran melalui berbagai metode, perlu menggunakan layanan payment gateway seperti Xendit. Menerima pembayaran sesuai dengan preferensi pelanggan dapat meningkatkan penjualan bagi bisnis Anda. Dengan Xendit, dapat menerima pembayaran melalui e-wallet, virtual account (transfer bank), kartu kredit/debut, gerai retail dan cicilan tanpa kartu kredit. Selain itu, dapat membuat dan mengelola tagihan dengan mudah dan bagikan payment link kepada pelanggan dengan xeninvoice. Dapatkan notifikasi real-time ketika menerima pembayaran. Dengan demikian baik dari penempatan produk beras merah organik maupun sisi transaksi pembayarannya akan lebih mudah sehingga pelaksanaan berjalan dengan maksimal dan efektif.

2.      Bauran Pemasaran dari Produk Beras Merah Organik

Dalam bauran pemasaran dari produk beras merah organik, ada beberapa kumpulan alat pemasaran taktis, yang terkendali (produk, harga, tempat dan promosi) yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya di pasar sasaran. Pengertian lain bauran pemasaran yakni strategi kombinasi yang dilakukan oleh berbagai perusahaan dalam bidang pemasaran. Hampir semua perusahaan melakukan strategi ini untuk mencapai tujuan pemasarannya, apalagi dalam kondisi persaingan yang sangat ketat.  Konsep bauran pemasaran terdiri dari 4P, yakni Produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion). Sementara menurut Boom dan Bitner menambah dalam bisnis jasa, bauran pemasaran di tambah 3p yakni: Orang (people), bukti fisik (physical Evidence), proses (Process). Dari penjelasan ini, bahwa dapat disimpulkan secara keseluruhan konsep bauran pemasaran (marketing mix) untuk produk jasa digabungkan menjadi 7P. Adapun kegiatan yang di maksud dalam marketing mix, 7P yaitu :

1. Produk (Product)

Produk adalah suatu barang baik secara fisik atau tidak yang akan kita jual kepada konsumen dan memiliki lebel atau (brand) yang ditawarkan dalam produk tersebut. Produk akan terus berkembang sesuai kebutuhan yang ada di masyarakat dan perkembangan teknologi. Dengan cara melihat pangsa pasar dan menganalisa kebutuhan dari keinginan masyarakat terhadap produk yang akan digunakan, sehingga bisa memberikan nilai yang bermanfaat (kualitas yang baik) kepada konsumen atas produk yang kita tawarkan. Beras merah organik sendiri mempunyai kualitas yang bagus dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Untuk menarik konsumen agar produk beras merah organik yang ditawarkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan, maka perlu strategi dalam mengembangkannya, adapun strategi dalam mengembangkan produk,10 sebagai berikut:

1) Penentuan Logo dan Moto

Logo merupakan ciri khas dari suatu produk sedangkan moto adalah kata yang mendorong produk dalam melayani kebutuhan masyarakat. Maka dari itu logo dan moto harus dirancang dengan benar sehingga masyarakat atau nasabah bisa dengan mudah ingat.

2) Menciptakan Merek

Jasa yang ditawarkan perlu diberikan merek tertentu. Merek bisa berupa simbol, istilah, nama, desain atau kombinasi dari semuanya, yang melambangkan suatu lembaga tersebut, sehingga merek satu lembaga dengan lembaga lain hampir tidak ada merek yang sama. Produk beras merah organik akan dibuat semenarik mungkin agar konsumen tertarik. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan merek:

·         Mudah diingat

·         Terkesan hebat dan modern

·         Memiliki arti (dalam arti positif)

·         Menarik perhatian

3) Menciptakan Kemasan

Kemasan neras merah organik akan dibuat semenarik mungkin, karena kemasan merupakan pembungkus suatu produk. Namun dalam dunia, kemasan diartikan pemberian pelayanan atau jasa kepada para nasabah, pembungkus dalam bidang jasa, misalnya buku tabungan, cek, bilyet. Kemasan yang akan digunakan beras merah organik tentunya aman dan juga berkualitas agar sampai ke konsumen dengan kondisi yang baik.

4) Keputusan Label

Label yang digunakan beras merah organik tentunya menarik karena label juga merupakan bagian dari kemasan, yang dilengketkan pada produk yang ditawarkan. Dalam pembuatan produk, tentu konsumen harus mengetahui manfaat produk yang akan ditawarkan, sebagai berikut:

·         Karakteristik produk yakni kemampuan suatu produk dalam melakukan fungsinya, kemampuan daya tahan, desain, dan kreatifitas.

·         Produk sebagai kumpulan keuntungan yakni hasil suatu produk yang dibeli bisa jadi keunggulan, dilengkapi berbagai macam fitur dalam produk untuk menunjang kegiatan nasabah. Adanya aplikasi BSM mobile banking sehingga banyak memberikan keuntungan kepada nasabah tanpa perlu terlibat langsung dengan karyawan.

·         Produk sebagai pemuas nilai yakni menambah nilai bagi pelanggan, manfaat dari produk tersebut yang menciptakan kepuasan terhadap konsumen, dengan kemudahan dioperasional dan diperbaiki jika terjadi kerusakan.

2. Harga (Price)

Harga beras merah organik yang terjangkau dengan kualitas yang terbaik. Harga merupakan jumlah yang harus dibayar oleh konsumen untuk memproleh produk yang ia inginkan. Sebuah perusahaan menegosiasikan harga dengan masing-masing pelanggan, dengan menawarkan diskon, menghitung biaya produksi. Untuk menyesuaikan harga dengan penjual lain sehingga membawa produk agar sejalan dengan persepsi pembeli, sehingga mereka menganggap harga yang ditetapkan sesuai dengan hasil atau barang yang didapatkan. Serta harga yang sama dalam satu lingkungan juga diaggap wajar.

Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa dapat disimpulkan harga adalah suatu cerminan dari nilai. Harga salah satu aspek yang paling penting kegiatan pemasaran.

Dengan adanya penentuan harga, maka akan menjadi mudah. Penentuan harga oleh suatu bank dimaksudkan untuk berbagai tujuan yang akan dicapai. Dalam penetapan harga, perusahaan memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

·         Untuk memaksimalkan laba Tujuan penetapan harga ini diharap penjualan terus meningkat sehingga laba dapat ditingkatkan. Penentuan harga biasanya dapat dilakukan dengan harga yang murah atau tinggi.

·         Untuk memperbesar market share dengan harga yang murah diharapkan jumlah pelanggan meningkat dan diharpakan pula pelanggan pesaing beralih ke produk yang ditawarkan.

·         Mutu produk Memberikan kesan atas produk atau jasa yang ditawarkan dengan memiliki kualitas yang tinggi, biasanya harga jual yang ditentukan semakin tinggi pula, namun konsumen akan merasa puas jika produk yang kita berikan berkualitas bagus.

·         Karena pesaing Penentuan harga dengan melihat pesaing. Dengan tujuan agar harga yang ditawarkan jangan melebihi harga pesaing, sehingga tidak adanya ketimpangan harga.

Memilih harga tergantung keperluan, yaitu:

1.      Kesesuain harga atau biaya dengan kualitas jasa, diukur melalui kualitas produk dan pelayanan. Dengan kualitas produk yang bagus dan pelayanan. Kualitas produk harga yaitu kelengkapanan fasilitas dari setiap produk yang ditawarkan, sehingga kesesuai harga dan kualitas terhadap nasabah yang menggunakan akan merasa puas. Serta pelayanan yang baik akan merasa puas dan senang, sehingga harga yang mau dibayarkan berapun akan tidak menjadi masalah, harga potongan bulanan yang mahal namun pelayanan juga buruk, nasabah tentu akan merasa tidak puas.

2.      Keterjangkaun harga, diukur melalui tingkat harga segi biaya, diantaranya: a. Biaya administrasi, dilihat dari setoran awal saat pembukaan rekening buku tabungan yang murah. Maka nasabah akan banyak menggunakannya. b. Potongan harga yang tidak terlalu tinggi, potongan perbulan yang tidak terlalu memberatkan nasabah.

3.      Daya saing harga diukur dengan riset pasar dan perbandingan harga terhadap kualitas setiap penawaran yang ditawarkan oleh pesaing. Dengan adanya setoran awal yang murah, akan meningkatkan nasabah dalam pembukaan rekening tabungan. Lembaga harus bisa memposisikan harga, dan pangsa pasar dijadikan untuk penentu harga.

4.      Kesesuain harga atau biaya dengan manfaat, dilihat dengan segi manfaat yang bisa memenuhi kebutuhan nasabah. Bisa dilihat dengan kelengkapan fitur dan kesesuai spesifikasi yang ada dalam produk tabungan sehingga bisa memenuhi kebutuhan nasabah.

3. Lokasi (Place)

Penentuan lokasi perusahaan beras merah organik yang tepat menjadi sangat penting, apaagi bagi lembaga perbakan. Dalam persaingan yang ketat penentuan lokasi mempunyai pengaruh cukup signifikan dalam aktivitas menghimpun dana dari masyarakat serta menyalurkan pembiayaan kembali kepada masyarakat. Karena dengan lokasi yang tepat, masyarakat akan mengetahaui keberadaan lembaga perbankan tersebut, sehingga lokasi juga salah satu peranan penting dalam strategi pemasaran.

Penentuan lokasi kantor beserta sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting, agar nasabah mudah menjangkau setiap lokasi bank yang ada. Pengertian lain dari lokasi yaitu jejaring (net working) dimana produk dan jasa yang disediakan bank dan dapat dimanfaatkan oleh nasabah.

·         Lokasi untuk kantor pusat.

·         Lokasi untuk kantor wilayah.

·         Lokasi untuk kantor cabang

Sedangkan lokasi dalam pemilihan dan penentuan lokasi suatu perusahaan ada hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:

a) Dekat dengan lokasi pasar. Keputusan pembukaan kantor cabang adengan pasar. Sehingga pedagang bisa mudah bertransaksi dalam bisnis sehingga tidak terlalu khawatir dengan uang tunai.

b) Dekat dengan lokasi perumahan atau masyarakat. Mempermudah masyarakat dalam bertransaksi membeli beras merah organik.

c) Dekat dengan kawasan industri dan pabrik. Jika memerlukan suatu hal agar mudah didapat.

d) Dekat dengan perkantoran. Yang menjadi target atau tolak ukur adalah karyawan kantor dan kantor.

e) Mempertimbangkan jumlah pesaing yang ada di suatu lokasi. 

Setelah penempatan lokasi, selanjutnya menentukan layout gedung dan layout.

4. Promosi (Promotion)

Promosi yang dilakukan beras merah organik lebih mengandalkan media sosial dan aplikasi bisnis. Hal itu bukan hanya sekedar alat komunikasi antara perusahaan dan konsumen, melainkan juga sebagai alat dalam mempengaruhi konsumen agar terjadinya pembelian atau penggunaan jasa sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.

Berdasarkan defenisi di atas promosi merupakan komunikasi. Dengan menunjukan pada berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mempromosikan kebaikan produk, membujuk dan mengingatkan para pelanggan dan konsumen agar membeli produk tersebut. Karena dengan kita mempromosikan suatu barang, bisa mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan, karena disinilah terjadinya pembelian dan penjualan atas ketertarikan produk atau jasa yang dipromosikan.

Dengan adanya promosi konsumen bisa mengetahaui tentang produk tersebut dan akhirnya akan memutuskan untuk membelinya. Dengan target pasar yang berbeda-beda suatu perusahaan harus bisa memutuskan kegiatan promosi yang tepat bagi suatu produk atau jasa. Serta menyesuaikan dengan anggaran promosi yang dimiliki perusahaan. Ada empat sarana promosi yang dapat digunakan:

1) Periklanan (adversiting) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan untuk menginformasikan, menarik dan mempengaruhi calon konsumen. Adapun cara yang bisa di lakukan, yakni: Pemasangan billboard di jalan yang strategis,pencetakan brosur, dengan menyebarkan disetiap cabang atau pusat-pusat perbelanjaan, pemasangan spanduk dan lain sebagainya.

2) Promosi penjualan (sales promotion) Dengan tujuan promosi penjualan untuk meningkatkan penjualan atau untuk meningkatkan jumlah konsumen.

3) Publisitas (publicity) Untuk memberikan citra yang baik bisa dilakukan dengan mengadakan kegiatan sosial, perlombaan cerdas cermat, melakukan seminar produk ke instansi-instansi. Sehingga bisa meningkatkan pamor perusahaan, baik secra langsung atau tidak.

4) Penjualan Pribadi (Personal Selling) Usaha yang dilakukan masing-masing karyawan dalam melayani dan mempengaruhi konsumen.

5. Orang (People)

Orang merupakan semua pelaku yang memainkan perana dalam penyajian jasa.24 Bisa mempengaruhi kulitas jasa yang diberikan. Dalam mencapai kulitas jasa yang baik, perlu diberikan pelatihan, motivasi kepada staf sehingga karyawan mampu memberikan kepuasan kepada konsumen.

Berdasarkan definisi di atas,orang adalah karyawan (SDM) menjadi penting (vital) dalam sebuah proses kegiatan dan keberlangsungan perbankan syariah. SDM yang terlibat dalam pelayanan yang nantinya bisa mempengaruhi persepsi pembeli, pribadi pelanggan dan pelanggan lain yang ada dalam lingkungan pelayanan.

Ada 4 hal yang harus diperhatikan seorang marketer/CEO (Chief Executive Officer) dalam meningkatkan kualitas layanan:

·         Pelatihan skill interaksi dan resolusi

·         Sistem dan prosuder imbal jasa untuk mobilitas kerja

·         Prosedur partisisipasi tim layanan dan eksekusi layanan

·         Ketertarikan norma-norma religius dan objektif universal.

Elemen orang memiliki dua aspek, yaitu:

1) Service People Dalam organisasi jasa, service people biasanya memegang jabatan ganda, yaitu menggandakan jasa dan menjual jasa tersebut. Melalui pelayanan baik, cepat, ramah, teliti dan akurat dapat menciptakan kepuasan dan kesetian pelanggan terhada perusahaan yang akhirnya akan meningkatkan nama baik perusahaan.

2) Customer Faktor lain yang mempengaruhi adalah hubungan yang ada diantara para pelanggan. Pelanggan dapat memberikan persepsi kepada pelanggan lain,tentang kualitas jayang pernah didapatnya dari perusahaan Keberhasilan dari perusahaan jasa berkaitan erat dengan seleksi, pelatihan, motivas, dan manajemen dari sumber daya manusia.

Alat untuk mengukur orang, diantaranya:

1) Pelatihan (learning center) yakni sarana penunjang untuk memberikan kesempatan bagi karyawan untuk memperdalam keahliannya baik di bidang teknologi informasi.

2) Motivasi adalah sebuah program yang sangat memotivasi karyawan dengan memberikan hadiah uang atau kesempatan liburan, jika mencapai target baik dalam hitungan bulan atau tahun.

3) Seleksi merupakan pengembangan secara menyeluruh yang secara formal dikaitkan dengan kinerja manajemen dan penilaian serta perencanaan karier. Program ini memberikan keseimbangan antara kebutuhan individu dengan sasaran jangka pendek atau panjang.

6. Proses (Procces)

Proses adalah gabungan dari semua aktivitas, yang terdiri dari prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas dan hal-hal rutin di mana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen. Dalam bisnis baik barang atau jasa pihak pengelolah harus mengedepankan faktor proses karena hal ini berhubungan secara langsung kepada konsumen selaku pihak yang menerima pelayanan jasa/ menerima barang dari perusahaan.

Dapat di simpulkan bahwa proses merupakan adanya kegiatan yang dilakukan karyawan dan nasabah sehingga terjadinya interaksi anatara keduanya dalam pelayanan jasa. Sesuai dengan SOP suatu lembaga tersebut.

Ada 5 hal yang harus diperhatikan seorang merker/CEO (Chief Executive Officer) bahwa dalam meningkatkan kualitas layanan bank, terdapat beberapa proses:

·         Rincian standar prosedur operasi , manual, dan deskripsi kerja.

·         Prosedur/komplain

·         Standar kinerja layanan (manual dan tekhnologi)

·         Keterlibatan ifungsional

·         Tingkat just in time dilivery-lead times deleveries.

7. Bukti Fisik (Phyisical Evidience)

Bukti fisik merupakan lingkungan fisik perusahaan tempat jasa diciptakan dan tempat penyedia jasa untuk konsumen berinteraksi, ditambah unsur tangible apa saja yang digunakan dalam mengkomunikasikan atau mendukung peranan dalam pemasaran jasa tersebut.

Adanya bukti seperti logo, simbol perusahaan,seragam pada karyawan, laporan, kartu nama, fasilitas yang dimiliki. Yang bisa dikenal dan di rasakan baik dari konsumen ataupun karyawan sendiri.

Dengan adanya bukti fisik konsumen bisa mengetahui akan keberadaan suatu lembaga tersebut atau nasabah yang datang ke kantor akan merasa nyaman dan betah, bisa dilihat dengan lingkungan yang bersih, parkiran yang tidak semeraut, dekorasi yang indah, serta penampilan para karyawan yang rapi dan sopan akan menunjukan kompetensi mereka dibidangnya masing-masing, dengan memeberikan aura yang positif kepada pelanggan.

Bukti fisik dalam bisnis jasa dapat dibagi menjadi dua tipe:

·         Bukti penting (essential evidience) memiliki nilai yang dibuat penyedia jasa tentang desain, layout suatu bangunan, lingukungan, dan suasana ruang tunggu.

·         Bukti tambahan (peripheral evidience)sebuah nilai yang kecil namun dapat mempengaruhi dalam menambah keberwujudan pada nilai yang disediakan produk jasa, misalnya buku tabungan atau atm yang menjadi tanda hak untuk memanfaatkan jasa di suatu waktu kemudian.

Alat ukur dalam mengelolah bukti fisik menurut Lovelock, diantaranya:

·         An attention creating medium, perusahaan jasa melakukan deferensiasi dengan pesaing dan membuat sarana fisik semenarik mungkin, misalnya membuat layout ruangan atau gedung semenarik mungkin.

·         An a message creating medium dengan adanya symbol atau syarat khusus untuk mengkomunikasikan secara intensif kepada nasabah, misalnya kualitas produk yang khas.

·         An effect creating medium, dengan adanya seragam yang sama, serta bisa menciptakan desain sesuatu yang lain dari produk jasa yang ditawarkan.

Jadi dalam bauran pemasaran bera merah organik akan banyak yang akan dijalankan agar mendapat hasil yang maksimal, maka dari itu aspek-aspek yang dibutuhkan harus terlaksana dengan baik dan nantinya bisa mencapai omset atau target yang sudah ditetapkan sebelumnya.

3.      Contoh media promosi beras organik dalam bentuk gambar

 


Ini adalah media promosi dalam bentuk gambar yang akan diluncurkan yang nantinya akan membuat para konsumen akan tertarik dengan produk beras merah organik dan membelinya serta bisa menjadi pelanggan setia. Tujuan lainnya untuk bisa mencapai omset yang sudah ditetapkan sebelumnya.

4.      Analisis daya saing beras merah organik di ASEAN

Jika perusahaan melakukan impor beras ke negara lain tentunya menjadi oeluang besar untuk dapat memasarkan lebih luas lagi ke kancah internasional sehingga omset nantinya akan mencapai target bahkan bisa melebihi target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Melihat disisi liberalisasi perdagangan menyebabkan semakin terbukanya kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan ekspor. Kegiatan ekspor tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang bertujuan memproteksi dan mengembangkan produk khususnya di bidang pertanian. Salah satunya kebijakan Menteri Pertanian nomor 51/Permentan/HK.310/4/2014 mengenai rekomendasi ekspor dan impor beras tertentu seperti beras organik. Kebijakan sertifikasi lahan sebagaimana peraturan menteri pertanian nomor 64/Permentan/OT.140/5/2014 menyebabkan biaya lahan dikeluarkan petani tinggi. Permintaan pasar global beras organik semakin meningkat. Namun hal ini dihadapkan pada pesaing yang lebih dahulu melakukan ekspor yaitu Thailand dan Vietnam sebagai negara pengeskpor beras organik di dunia. Peluang dan hambatan tersebut dimanfaatkan oleh petani beras organik di Provinsi Jawa Barat yang berhasil melakukan ekspor ke negara Amerika Serikat, Jerman, Malaysia, Singapura, Belanda, Italia, dan Dubai. Sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing beras organik dengan mengidentifikasikan dampak kebijakan pemerintah terhadap kegiatan pengusahaan beras organik melalui pengamatan langsung. Petani beras di Kabupaten Tasikmalaya mendirikan gapoktan untuk kegiatan ekspor. Lembaga tersebut masih berskala kecil sehingga diperlukan lembaga khusus yang lebih kuat sebagai penghubung. Selama ini, gapoktan tersebut memiliki kendala dalam penyediaan pupuk, bibit, dan modal sebagai dasar melakukan kegiatan pengusahaan beras organik. Sehingga diperlukan analisa daya saing dari kegiatan pengusahaan beras organik di Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini antara lain : (1) menganalisis daya saing berdasarkan keunggulan kompetitif, komparatif, dan kebijakan; (2) menganalisis dampak kebijakan pemerintah terhadap kegiatan pengusahaan; (3) menganalisis apabila terjadi perubahan terhadap input maupun output. Data yang digunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pihak Gapoktan, petani atau anggota kelompok tani, dan penyuluh pertanian setempat sedangkan data sekunder berasal dari website resmi pemerintahan. Metode penentuan sample dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengusahaan beras merah, beras hitam, dan beras putih organik di Kabupaten Tasikmalaya memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Digambarkan dari nilai efisiensi pengusahaan ketiga varietas yaitu PCR (Privat Cost Ratio) dan DRCR (Domestic Resources Coefisien) yang bernilai kurang dari satu. Pengusahaan ketiga komoditi tersebut memberikan keuntungan finansial dan ekonomi. Berdasarkan nilai keuntungan privat (KP) dan keuntungan sosial (KS) yang bernilai positif. Kebijakan pemerintah terhadap input dan output secara keseluruhan berdampak menghambat produsen untuk produksi. Kebijakan pada usaha beras merah organik tidak bersifat protektif terhadap input maupun output namun bersifat protektif pada beras hitam dan putih. Hal tersebut tercermin dari nilai EPC (Effective Protection Coeficient) komoditas beras merah organik yang kurang dari satu dan lebih besar dari satu pada beras hitam dan putih. Adanya kebijakan subsidi yang diterapkan pemerintah terhadap pupuk organik masih belum dirasakan oleh petani beras organik di Kabupaten Tasikmalaya. Serta kebijakan sertifikasi lahan menyebabkan semakin tingginya biaya pengusahaan beras organik. Hasil analisis sensitivitas terhadap output pada pengusahaan beras organik berdasarkan kejadian yang terjadi di tempat penelitian. Penurunan jumlah output pada ketiga komoditas beras organik sebesar 20 persen tidak memiliki daya saing dan tidak laik diusahakan secara finansial maupun ekonomi. Namun untuk perubahan biaya distribusi masih dapat ditanggulangi oleh petani dengan asumsi harga BBM stagnan di Rp 6500/liter. Perubahan upah tenaga kerja 50 persen masih dapat memberikan keuntungan secara ekonomi maupun sosial. Implikasi dari berbagai kebijakan pemerintah untuk petani beras organik di Kabupaten Tasikmalaya belum efektif dirasakan petani. Kebijakan ekspor harus berbadan usaha, Petani membutuhkan lembaga yang lebih kuat dan modal yang besar untuk melakukan kegiatan ekspor. Kebijakan subsidi pun belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh petani. Kebijakan subsidi lebih dimanfaatkan oleh lembagalembaga lain yang mengambil keuntungan. Kebijakan yang diterapkan pemerintah harus sesuai seperti jaminan benih, pupuk, atau kesejahteraan petani melalui asuransi.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan