Khamis, 31 Disember 2020

Dimas Syah Fachlevi

 

BAURAN PEMASARAN (PRICE/HARGA)

A.Konsep Penetapan Harga

Dalam menafsirkan konsep tentang harga tentu mempunyai banyak penafsiran, menurut Kotler pada dasarnya harga adalah salah satu elemen bauran pemasaran atau marketing mix yang dapat menghasilkan pendapatan, dimana elemen yang lain mendapatkan biaya. Seperti yang diungkapkan oleh Kotler, bahwa harga merupakan bagian dari elemen bauran pemasaran yaitu harga, produk, saluran dan promosi, yaitu apa yang dikenal dengan istilah empat P (Price,Product, Place dan Promotion). Harga bagi suatu usaha/badan usaha menghasilkan pendapatan (income), adapun adapun unsur-unsur bauran pemasaran lainnya yaitu Product (produk), Place (tempat/saluran) dan Promotion (promosi) menimbulkan biaya atau beban yang harus ditanggung oleh suatu usaha/badan usaha.

Buchari Alma mengatakan bahwa dalam  teori ekonomi, pengertian harga, nilai dan utility merupakan konsep yang paling berhubungan. Yang dimaksud dengan utility ialah suatu atribu tyang melekat pada suatu barang, yang memungkinkan barang tersebut dapat memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants) danmemuaskan konsumen (satisfaction). Terdapatnya value yang merupakan nilai suatu produk untuk ditukarkan dengan produk lain. Nilai ini dapat dilihat dalam situasi barter yaitu pertukaran antara barang dengan barang. Sekarang ini ekonomi kita tidak melakukan barter lagi, akan tetapi sudah menggunakan uang sebagai ukuran yang disebut harga.Makaharga merupakan sejumlah uang yang digunakan untuk menilai dan mendapatkan produk maupun jasa yang dibutuhkan oleh konsumen.

B.Tujuan Penetapan Harga

Tujuan penetapan harga yang dilakukan perusahaan, yaitu :

  • Memaksimalkan laba berjalan (maximum current profit)
  • Memaksimalkan pendapatan berjalan (maximum current profit)
  • Memaksimalkan pertumbuhan penjualan (maximum sales growth)
  • Mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan (survival)
  • Memaksimalkan skimming pasar (maximum market skimming)
  • Mempertahankan kepemimpinan kualitas produk (product-quality leadership)

C. Faktor Yang Mempengaruhi Penetapan Harga

Dalam penetapan harga yang harus diperhatikan adalah faktor yang mempengaruhinya, baik langsung maupun tidak langsung:

a.Faktor yang secara langsung adalah harga bahan baku, biaya produksi, biaya pemasaran, peraturan pemerintah, dan faktor lainnya.

b.Faktor yang tidak langsung namun erat dengan penetapan harga adalah antara lain yaitu harga produk sejenis yang djual oleh para pesaing, pengaruh harga terhadap hubungan antara produk subtitusi dan produk komplementer, serta potongan untuk para penyalur dan konsumen.

Faktor-faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan pada penentuan harga seperti mempertimbangkan politik pada pemasaran dengan melihat pada barang, sistem distribusi dan program promosinya. Kotler dan Amstrong mengungkapkan faktor-faktor yang mempengaruhi dan harus diperhitungkan dalam penetapan harga yaitu:

1)Faktor Lingkungan Internal

Dalam faktor lingkungan internal terdapat beberapa faktor mendasar yang mempengaruhi perusahaan dalam menentukan harga dari setiap produk yang dihasilkan, seperti :

a)Tujuan pemasaran perusahaan, sebagai faktor utama yang menentukan harga adalah tujuan perusahaan itu sendiri misalnya memaksimalkan laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar, menciptakan kepemimpinan dalam kualitas, mengatasi persaingan, dan melaksanakan tanggung jawab sosial bagi masyarakat.

b)Strategi bauran pemasaran, karena harga merupakan salah satu elemen dalam bauran pemasaran, maka dalam menentukan harga sebaiknya dikoordinasikan lebih lanjut dengan elemen pemasaran lainnya seperti: produk, tempat, promosi, biaya, dan organisasi.

2)Faktor Lingkungan Eksternal

Faktor yang perlu diperhatikan dengan seksama oleh perusahaan dalam penetapan harga dari setiap produk yang diproduksi yaitu faktor lingkungan eksternal, karena dalam fakor ini terdapat dua faktor utama yaitu :

a)Sifat pasar dan permintaan

Pihakyang ditugaskan untuk bertanggungjawab dalam penetapan harga hendaknya memperhatikan dan memahami dengan baik sifat suatu pasar dan permintaan pasar yang dihadapi atas produk yang dihasilkan. Apakah pasar tersebut termasuk dalam pasar persaingan sempurna,pasar monopoli, oligopoli dan sebagainya.

b)Persaingan Aspek persaingan

merupakan salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian yang intensif dari pihak penting di perusahaan mengenai keputusan dalam penetapan harga. Michael Porter mengatakan ada lima kekuatan pokok yang berpengaruh terhadap persaingan suatu industri, yaitu :

(1)Persaingan dalam industri yang bersangkutan

(2)Produk subtitusi

(3)Pelanggan

(4)Pemasok

(5)Ancaman pendatang baru

Dilihat dari beberapa persaingan diatas sangat diperlukan berbagai informasi sebagai dasar untuk menganalisis karakteristik persaingan yang sedang dan akan dihadapi perusahaan pada masa sekarang dan yang akan datang, meliputi :

(1)Jumlah perusahaan dalam industri

(2)Ukuran relatif setiap anggota dalam industri

(3)Diferensiasi produk

(4)Kemudahan untuk memasuki industri yang bersangkutan

c)Unsur-unsur lingkungan lainnya

Selain kedua faktor tersebut, maka perusahaan juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan  faktor lainnya seperti, kondisi ekonomi suatu negara karena terdapat berbagai fenomena dapat mempengaruhi arus perekonomian secara endemik seperti inflasi, serangan bom, resensi maupun tingkat bunga bank. Dan juga peraturan dan kebijakan pemerintah terhadap sosial lainnya.

D.Metode Penetapan Harga

Perusahaan memilih metode penetapan harga yang mencakup satu atau lebih dari tiga pertimbangan, terdapat lima metode dalam penetapan harga, yaitu :

1)Penetapan Harga Markup

Merupakan metode yang biasanya digunakan oleh para pedagang yang usahanya membeli dan menjual kembali barang tersebut setelah terlebih dahul ditambah biaya-biaya. Biasanya besar markup adalah keseluruhan biaya operasi dan keuntungan yang diinginkan. Dalam sistem ini, perusahaan menetapkan harga jual dengan menambah harga beli dengan persentase.

2)Penetapan Harga Nilai Anggapan

Sekarang semakin banyak  jumlah perusahaan yang mendasarkan harga pada nilai anggapan (perceived value). Perusahaan harus menghantarkan nilai yang dijanjikan oleh proposisi nilai mereka, dan pelanggan harus dapat menerima nilai ini menjadi nilai anggapan.

3)Penetapan Harga Nilai

Beberapa perusahaan telah menerapkan penetapan harga nilai (value pricing). Mereka memenangkan pelanggan setia dengan mengenakan harga yang cukup rendah untuk penawaran berkualitas tinggi. Salah satu jenis penetapan harga nilai yang penting yaitu:

a)Penetapan harga murah setiap hari

Pengecer yang berpegang pada kebijakan penetapanharga, mengenakan harga murah yang konstan dengan sedikit atau tanpa promosi harga dan penjualan khusus.

b)Penetapan harga tinggi –rendah

Pengecer mengenakan harga yang lebih tinggi dengan basis setiap hari tetapi kemudian sering melakukan promosi di mana harga sementara diturunkan di bawah tingkat.

4)Penetapan Harga Going Rate

Penetapan harga going –rate (going –rate pricing),perusahaan mendasarkan sebagian besar harganya pada harga pesaing, mengenakan harga yang sama, lebih mahal, atau lebih murah dibandingkan harga pesaing utama.

5)Penetapan Harga Jenis Lelang

Penetapan harga jenis lelang tumbuh semakin popular terutama dengan pertumbuhan Internet. Salah satu tujuan lelang yang utama adalah membuang persediaan berlebih atau barang bekas.

E. Memonitor pergerakan Harga

Pemasar harus mengetahui hukum dalam menetapkan harga yang terdapat pada undang-undang yang menyatakan penjual harus menetapkan harga tanpa berbicara pada pesaing, pengaturan harga adalah ilegal.

a)Menyesuaikan HargaUntuk melakukan penyesuaian harga, ada 4 strategi penyesuaian harga, diantaranya :

(1)Penetapan Harga Geografis, perusahaan memutuskan bagaimana memberi harga kepada produknya untuk konsumen yang berbeda dalam lokasi dan negara yang berbeda.

(2)Diskon Harga dan Insentif, diskon adalah potongan harga. Insentif adalah pembayaran ekstra dirancang untuk mendapatkan partisipasi penjual perantara dalam program khusus.

(3)Penetapan harga promosi, perusahaan dapat menggunakan beberapa teknik untuk merangsang pembelian dini sepeti :penetapan harga pemimpin kerugian, penetapan harga acara khusus, rabat tunai, pembayaran berbunga rendah, jangka waktu pembayaran yang lebih panjang, jaminan dan kontak jasa dan diskon psikologis.

(4)Penetapan Harga Terdiferensiasi, diskriminasi harga terjadi jika perusahaan menjual produk atau jasa dengan dua harga atau lebih yang tidak mencerminkan perbedaan proporsional dalam biaya.

Jumaat, 25 Disember 2020

Dimas Syah Fachlevi

 BAURAN LOKASI DAN SALURAN DISTRIBUSI

1. Konsep dan Lokasi dalam Bauran Pemasaran
Salah satu elemen yang terdapat pada 7P adalah place. Place adalah segala kegiatan penyaluran produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Tempat ini akan menentukan kesuksesan dalam memasarkan sebuah produk. Jika place yang dimiliki strategis akan memperoleh keuntungan yang besar dan mempunyai pelanggan tetap dan bisnis yang dijalani akan berjalan sesuai rencana. Pemilihan tempat sangat penting bagi pengusaha bisnis karena tempat yang startegis ialah tempat yang mudah dikunjungi dan ditemukan oleh konsumen.
2. Kriteria Daerah Kinerja yang Positif untuk Pemasaran
Kriteria Segmentasi Pasar
1. Measurable: Segmen pasar perlu diukur dasar volume atau nilai penjualan
2. Substansial: Membuang anggaran pemasaran ke dalam pasar yang tidak cukup besar tidak perlu dilakukan
3. Accessible: Akses disini yaitu dimana produsen membuat konsumen dapat mengakses informasi terkait produk atau perusahaan
4. Differentiable: Perbedaan antara segmen-segmen pasar harus diteliti dengan jelas
5. Actionable: Harus mempunyai nilai praktis dan harus menyediakan informasi pendukung untuk metode penjualan. Hasil segmentasi harus bisa diukur dan didefinisikan
3. Persyaratan Legislasi wilayah terkait K3 dalam Kegiatan Pemasaran
Legislasi terkait K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) telah diatur dalam UU No. 1 Thn.1970 tentang Keselatan Kerja Pasal 3(tiga). Keselamatan telah dijelaskan dalam UUD 45 pada Pasal 27 ayat 2. Legilasi wilayah ini telah diatur dalam UU sehingga sudah terjamin akan keselamatan dalam bekerja.
4. Konsep dan Kegunaan Saluran Distribusi
Distribusi adalah kegiatan ekonomi dalam menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen. Saluran distribusi adalah saluran yang menjadi sarana produsen buat menyalurkan barang atau jasa.
Kegunaan Saluran Distribusi:
1. Information: Mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran
2. Promotion : Pengembangan dan penyebaran komunikasi persuasive tentang produk yang ditawarkan
3. Negotiation: Mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain untuk memungkinkan perpindahan hak kepemilikan
4. Ordering: Pihak distributor dapat memesan barang kepada perusahaan
5. Payment:Pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui bank atau lembaga keuangan lainnya.


5. Tipe-Tipe Distribusi
• Distribusi Secara Langsung
Model distribusi secara langsung banyak digunakan dalam penjualan berbagai jenis produk dengan karakteristik kisaran harga menengah dan memiliki daya simpan yang lama.
• Broken and Distributor
Banyak pabrik yang bekerja sama dengan agen atau broken. Mereka akan berbagi peran dengan distributor, dalam artian sebagai penyambung antara produsen dan konsumen akhir.
• Pedagang Besar/Pengecer
Mata rantai distribusi yang satu ini sangat disukai, karena grosir dan pengecer membeli produk dari produsen.
6. Evaluasi dan Upaya Pengendalian Saluran Distribusi
Pengendalian sangat sulit dilakukan oleh perusahaan besar, karena berjalannya distribusi yang berjalan dan cakupan yang cukup luas. Salah satu permasalahan yaitu perdagangan besar dan eceran pada penyalur tertentu. Sehingga perlu adanya upaya pengendalian yang harus dilakukan diantaranya:
a) Memperbaiki kembali perencanaan distribusi yang telah ditetapkan
b) Memberikan pengarahan kepada setiap pelaku distribusi atau pemasaran
c) Membuat mitra dengan menyediakan kurir distribusi
d) Perhitungan biaya,waktu dan keamanan distribusi
7. Manajemen Konflik dalam Saluran Distribusi
Konflik saluran distribusi dapat terjadi tanpa memandang seberapa baiknya tujuan dan manajemen saluran distribusi. Jika masih ada kepentingan bisnis dalam komponen saluran distribusi, maka konflik akan selalu terjadi. Konflik dapat dianggap terjadi bila anggota saluran distribusi merasa bahwa tindakan pihak lain merintangi dan merugikan kinerja mereka. Ada bebrapa faktor yang menyebabkan terjadinya konflik salah satunya adalah perbedaan persepsi. Jenis konflik dalam persaingan yaitu:
• Konflik Saluran Vertikal
• Konflik Saluran Horizontal
• Konflik Multisaluran

Khamis, 17 Disember 2020

Dimas Syah Fachlevi

 Bauran Pemasaran 4p, Produck, Place, Price, dan Promotion. 

- Desember 18, 2020

 


1. Product (Produk)

Produk adalah jantung dari bauran pemasaran. Semua aktivitas pemasaran dimulai dengan produk. Produk bukanlah entitas fisik saja; itu menangkap seluruh aspek berwujud dan tidak berwujud seperti layanan, kepribadian, organisasi, dan ide.


Tanpa suatu produk, kita tidak memiliki harga, promosi atau tempat. Karenanya, dari semua 4 P, Produknya adalah P yang paling elemental.


Di sini, penting untuk memahami hubunngan tentang produk dan bauran pemasaran. Bauran produk adalah seluruh rangkaian produk yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggannya.


Keputusan mengenai bauran produk akan bergantung pada banyak faktor seperti:


Rancangan

Fitur

Nama merk

Variasi produk

Kualitas

Jasa

Pengemasan, pengembalian, dll.

2. Price (Harga)

Harga adalah nilai moneter yang harus dibayar oleh pelanggan untuk memperoleh atau memiliki produk suatu perusahaan. Ini adalah komponen penghasil pendapatan yang penting bagi perusahaan.


Keputusan penetapan harga harus diambil dengan sangat hati-hati, karena ini adalah pedang bermata dua. Jika produk Anda dihargai terlalu tinggi, produk Anda mungkin akan memberikan kesan berkualitas tinggi. Pada saat yang sama, ini akan membuat produk Anda ditempatkan di toko terbatas dan. Jadi, pemasar harus tahu seni menggunakan penetapan harga yang tepat


Keputusan bauran harga perlu mempertimbangkan variabel pemasaran di bawah ini:


Metode penetapan harga; kebijakan; strategi

Benefit

Diskon, rabat

Periode pembayaran

Kebijakan kredit

Strategi penetapan harga bisnis Anda harus selaras dengan tujuan keseluruhan organisasi Anda agar dapat berbaur dengan lancar. Apakah Anda ingin penetrasi pasar atau membaca sepintas semua ini tergantung pada strategi penetapan harga Anda.


3. Promotion (Promosi)

Salah satu stratefi pemasaran 4P ini bertujuan untuk melayani dua tujuan. Pertama, memberi tahu calon pelanggan tentang produk Anda dan kedua, membujuk mereka untuk membeli produk Anda.


strategi promosi dengan demikian akan mencakup berbagai cara yang dapat Anda gunakan untuk berkomunikasi dengan audiens target. Bauran promosi yang efektif akan memastikan penjualan yang baik dan pemasar harus berusaha untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.


Elemen utama bauran promosi adalah:


Periklanan

Penjualan pribadi

Hubungan Masyarakat

Pemasaran langsung

Publisitas -media sosial, cetak, dll.

Promosi penjualan

Baca juga: Pengertian Digital Marketing dan Cara Memaksimalkannya dalam Bisnis


4. Place (Tempat) atau Distribusi

Tempat atau distribusi fisik berkaitan dengan pengalihan kepemilikan produk dari produsen ke pelanggan.


Margin keuntungan Anda bergantung pada seberapa cepat Anda dapat menyerahkan barang. Semakin cepat produk mencapai titik penjualan, semakin besar kemungkinannya untuk memuaskan pelanggan dan meningkatkan loyalitas merek. Karenanya, faktor Tempat sangat penting dalam memastikan daya saing produk Anda di pasar.


Berikut ini adalah elemen-elemen campuran distribusi:


Saluran distribusi

Keputusan pergudangan

Penanganan produk

Logistik

Kontrol inventaris

Proses pemesanan

Cakupan

Pentingnya Strategi Pemasaran 4P


Dasar-dasar bauran pemasaran berdasarkan strategi pemasaran 40 akan meningkatkan kesuksesan produk Anda dengan meemberikan manfaat seperti  berikut:


Menciptakan sinergi

Strategi pemasaran 4P: Produk, Harga, Promosi, Tempat bila dikombinasikan dengan benar menciptakan koordinasi yang memberikan promosi yang tepat untuk produk.


Loyalitas dan nilai merek

Karena pendekatan ini berfokus pada kebutuhan pelanggan dan kepuasan mereka, produk tersebut akan menghasilkan loyalitas dan brand awareness yang baik di mata konsumen.


Bergungsi untuk mendekatkan pelanggan

Fitur produk, harga, dan tempat berusaha untuk memperhitungkan harapan pelanggan. Aspek promosi memberikan kepada pelanggan apa yang ditawarkan perusahaan Anda dan dengan demikian memposisikan produk dengan lebih baik. Nantinya, akan ada hubungan yang terjalin dengan baik antara konsumen dan organisasi bisnis Anda.


Memungkinkan integrasi yang tepat

Perancangan strategi pemasaran 4P membutuhkan pemikiran kritis dan persepsi. Jika digabungkan dengan benar, produk Anda akan menemukan ruang unik di benak pelanggan.


Penduan dalam mengambil keputusan yang tepat

Saling ketergantungan dan sifat menyeluruh dari satu elemen di atas yang lain memandu Anda dalam pengambilan keputusan.


Misalnya: jika harga produk Anda tinggi, maka dalam aktivitas promosi Anda, Anda harus menargetkan pelanggan dengan demografi yang memiliki penghasilan tinggi, dan desain produk Anda harus berdasarkan kualitas. Saluran distribusi dan lokasi, dll. Juga akan dipandu oleh keputusan ini.


Volume penjualan lebih tinggi

Hasil dari semua upaya tersebut adalah kepuasan pelanggan yang lebih tinggi dan pangsa pasar yang lebih besar yang diperparah dengan peningkatan penjualan produk.


Baca juga: Mengetahui Pentingnya Bargaining Power pada Sebuah Bisnis


Contoh Strategi Pemasaran 4P


Jika Anda merasa pembahasan strategi pemasaran 4p terlalu rumit, mari kita lihat beberapa contohnya.


P pertama adalah singkatan dari Product. Contoh, produk ayam KFC akan menyertakan tampilan makanan, ember merah mengilap dengan wajah Colonel Sanders yang tersenyum, kata-kata pada paket kombo seperti “Friendship Bucket” atau  “Triple Treat”.


P kedua, strategi penetapan harga memiliki digunakan oleh perusahaan Spotify di Indonesia untuk mendapatkan penetrasi terbaik Ini hampir menghapus semua kaset fisik.


P ketiga adalah Promosi, misalnya, Coca cola memanfaatkan piala Dunia 2010 dan lagu tema K’naan sedemikian rupa sehingga, Coca Cola dan sepak bola semuanya menjadi identik.


Tempat atau Distribusi adalah P. keempat Contoh: iPhone Apple ditemukan dengan mudah di toko e-commerce terkenal seperti Amazon dan bukan di toko online yang menjual bahan bangunan.


 


A. Pengertian Produk


Secara umum definisi Produk adalah hasil jadi dari sebuah proses yang dilakukan oleh pembuat atau produsen yang kemudian akan didistribusikan kepada pembeli atau konsumen sesuai yang dibutuhkannya. Dalam kehidupan sehari-hari sebagian masyarakat juga akan memilih, membeli produk yang harganya relatif murah dan bisa dijangkau sesuai kemampuannya. Dalam hal ini tentu pilihan produk-produk yang menyebar dimasyarakat luas sangatlah banyak dan sebagian besar diantaranya merupakan produk-produk yang riil.


B. Jenis-jenis Produk


Produk terdiri dari dua jenis yakni produk konsumsi dan produk industri


1. Produk Konsumsi


Produk Konsumsi diartikan sebagai produk yang diproduksi oleh produsen kemudian disalurkan langsung kepada konsumen untuk dikonsumsi.  Dan produk konsumsi ini lebih cenderung tidak untuk dijual kembali


Adapun barang-barang yang termasuk dalam produk konsumsi yaitu:


a) Barang kebutuhan sehari-hari


Merupakan barang yang selalu dibutuhkan konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Produk dalam hal ini biasanya adalah produk-produk yang cepat habis dan harganya relatif murah. Contohnya yakni seperti: sabun, shampo, pasta gigi, makanan, minuman dan lain-lain.


b) Produk belanjaan


Merupakan barang yang dalam proses pembeliannya dengan cara dibandingkan pada barang yang sejenis berdasarkan mutu, kualitas, harga dan modelnya. Bahkan juga terkadang dilihat dari penjual dan tempat penjulannya juga. Dalam produk belanjaan ini contohnya seperti televisi, jaket, kaos, sepatu dan lain-lain.


c). Produk Khusus


Merupakan produk-produk yang bisa dibilang barang mewah maupun barang yang unik dan istimewa yang mana tidak sedikit orang rela membayar dengan harga yang tinggi untuk memilikinya. Contoh dari produk khusus ini seperti mobil, motor, kamera, perhiasan dan lain-lain.


2. Produk Industri


Produk Industri adalah produk yang diproduksi oleh produsen kemudian dibeli oleh konsumen dengan tujuan akan dijual kembali dan juga dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi yang akan menghasilkan produk baru yang mempunyai kemanfaatan yang lebih.


Jenis-jenis dari produk industri bisa dibagi menjadi tiga jenis yakni:


a) Bahan baku dan suku cadang pabrik


Bahan baku merupakan bahan yang sangat penting untuk produksi yang diproses menjadi produk yang lebih bermanfaat. Bahan baku atau barang mentah ini dibagi menjadi dua yaitu produk dari hasil pertanian seperti: kapas, beras, jagung, gandum, kayu dan yang kedua adalah barang mentah hasil dari alam seperti: minyak bumi, besi dan lain-lain.


b). Barang modal


Merupakan barang bersifat tahan lama yang ikut mendukung dalam proses produksi baik dalam pengembangan maupun pengelolaan. Bangunan tempat produksi dalam pabrik, serta mesin-mesin pabrik menjadi contoh dari bahan modal yang ikut mendukung dalam keberlangsungan pabrik tersebut. Dan juga ada peralatan-perlatan pendukung seperti laptop, alat angkut dan lain-lain.


C) Perlengkapan dan layanan bisnis (supplies and business service)


Merupakan barang yang memiliki daya tahan yang cukup lama dan memberi kemudahan dan mengelola barang jadi. Supplies diartikan sebagai perlengkapan dalam produksi contohnya pelumas pada mesin. Dan business services diartikan sebagai pelayanan konsultasi dalam berbisnis misalnya konsultasi pada periklanan produk, izin usaha dan lain-lain.


B. Strategi Pemasaran Produk


1.   Kenali pasar atau pelanggan

 

Mengenali pasar adalah hal yang sangat penting untuk kamu lakukan pertama kali. Karena pasarlah yang akan memakai produk kamu. Lalu bagaimana cara mengenali pasar?


Pertama, kamu harus tahu sasaran pelanggan yang akan memakai produk kamu. Misalnya kamu bergerak di bidang pakaian wanita, maka sebaiknya sasaran yang kamu bidik adalah wanita usia 15-30 tahun. Semakin kecil pasar yang kamu bidik, maka peluang untuk sukses di pasar tersebut akan semakin besar.

 


2.    Memilih lokasi Pemasaran Yang Tepat


Lokasi pemasaran juga menjadi hal penting dalam berbisnis karena dalam berbisnis seseorang pasti memerlukan lokasi yang strategis untuk memasarkan produknya. 



 


3.    Manfaatkan Media Sosial


 


Di zaman yang serba canggih ini hampir semua orang sudah mempunyai media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter. Kamu bisa memasarkan produk kamu lewat pemasangan iklan di beberapa media sosial tersebut. Hal ini bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk memasarkan sebuah produk.


Mengapa demikian? Karena melalui media sosial, kamu bisa menjangkau banyak pemirsa dengan waktu yang sangat cepat, dan kemudahan interaksi dengan banyak pelanggan di luar sana. Semakin banyak orang yang melihat produk kamu, maka potensi pelanggan yang kamu dapatkan juga akan semakin besar.


 


4.   Menawarkan promo yang menarik

 

Saat sekarang ini banyak orang yang menyukai adanya promo, misalnya promo Buy One Get One Free. Mendengarnya saja sudah membuat kita tertarik. Di sini kamu juga harus memperhitungkan untung dan ruginya. Jangan malah membuat kamu menjadi semakin rugi.

Dengan adanya promo, seseorang yang awalnya tidak tertarik kemungkinan bisa tertarik dengan produk kamu dan dari yang awalnya hanya mencoba-coba bisa menjadi pelanggan tetap dalam bisnis yang kamu jalani.

 


5.   Mengikuti tren atau perkembangan zaman

 

Suatu produk akan dikatakan menjadi tren, jika menjadi pusat perhatian, pusat pembicaraan serta digunakan oleh mayoritas orang dalam masyarakat. Di sini kamu harus bisa selalu memberikan inovasi dengan produk yang kamu buat.


Contohnya dalam bisnis pakaian, kamu jangan hanya menjual pakaian yang modelnya itu-itu saja, kamu harus bisa mengikuti tren yang ada pada saat sekarang. Jadi, orang yang membeli produk kamu juga merasa tidak bosan dengan produk yang kamu jual.


 


C. Pengertian Jasa


 


pengertian jasa adalah suatu aktivitas atau tindakan yang tidak berwujud, tidak dapat diraba tetapi dapat diidentifikasi, yang direncanakan dan dilaksanakan untuk memenuhi permintaan dan kepuasan konsumen.


 


Ciri-Ciri Jasa


Suatu produk berbentuk jasa memiliki karakteristik dan ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan produk lainnya. Menurut Adrian Payne, adapun karakteristik dan ciri-ciri jasa adalah sebagai berikut:


1. Tidak Memiliki Wujud (Intangibility)


Ciri-ciri jasa yang paling utama adalah tidak memiliki wujud (intangible). Dengan kata lain, produk berbentuk jasa sifatnya abstark karena tidak dapat dilihat, dirasakan, atau disentuh seperti halnya pada suatu barang fisik.


2. Berubah-Ubah (Variability)


Jasa merupakan suatu unjuk kerja dan bersifat heterogenitas.  Selain itu, jasa sangat mudah berubah-ubah, tergantung pada siapa, kapan, dan di mana suatu jasa dikerjakan. Itulah sebabnya mengapa tidak ada hasil jasa yang persis sama meskipun dilakukan oleh satu orang.


3. Tidak Dapat Dipisahkan (Inseparability)


Pada umumnya produk berbentuk jasa dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang bersamaan, dengan partisipasi konsumen pada prosesnya. Dengan kata lain, konsumen harus ada pada tempat jasa yang diminta serta melihat atau ikut ambil bagian dari aktivitas jasa tersebut.


4. Mudah Lenyap (Perishability)


Produk jasa tidak dapat disimpan, dijual kembali, atau dikembalikan kepada produsen jasa dimana seseorang membelinya. Dengan begitu, maka jasa merupakan suatu produk yang mudah lenyap atau tidak bisa bertahan lama.


Jenis-Jenis Jasa


Pada dasarnya ada banyak sekali bentuk jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat. Namun, secara garis besar jenis-jenis jasa dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:


1.    Jasa Perawatan Pribadi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; pijat, perawatan kecantikan, salon, binatu pakaian, dan lain-lain.

2.    Jasa Perumahan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; kamar hotel, apartment, rumah tinggal, kost, dan lainnya.

3.    Jasa Komunikasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; telepon, telegram, komputer, internet.

4.    Jasa Usaha Rumah Tangga, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa tukang kebun, air minum, perbaikan rumah, dan lain-lain.

5.    Jasa Transportasi, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; taxi, jasa pengiriman barang, jasa angkut barang, penyewaan mobil.

6.    Jasa Rekreasi dan Hiburan, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini antara lain; kebun binatang, taman bunga, tempat wisata, tempat hiburan, dan lain-lain.

7.    Jasa Bisnis dan Profesi lainnya, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; jasa hukum, jasa akuntan, jasa pemasaran, dan lainnya.

8.    Jasa Asuransi, Bank dan Finansial, beberapa yang termasuk dalam jenis jasa ini diantaranya; perpajakan, asuransi, perbankan, kredit.

 


Contoh Jasa


Ada banyak sekali contoh jasa yang sering digunakan oleh masyarakat. Mengacu pada beberapa jenis jasa yang disebutkan di atas, adapun contoh jasa adalah sebagai berikut:


1.    Jasa pengiriman barang

2.    Jasa transportasi (barang/ penumpang)

3.    Jasa pariwisata

4.    Jasa fotografi

5.    Jasa potong rambut

6.    Jasa penerjemah

7.    Jasa penulis artikel

8.    Jasa pemasaran online

9.    Jasa penyewaan mobil

10. Jasa penginapan

11. Jasa desain interior

12. Jasa renovasi rumah

13. Jasa bengkel kendaraan

14. Jasa cuci kendaraan (mobil/ motor)

15. Jasa fotocopy

16. Jasa wedding organizer

17. Jasa perawatan AC

18. Jasa perawatan dan perbaikan komputer

19. Jasa kebersihan (cleaning service)

20. Dan lain-lain

 


D. Strategi Pemasaran Jasa


Memberikan Pelayanan secara efisien. Dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat sesuai dengan harapan konsumen, secara tidak langsung mampu mempengaruhi konsumen untuk kembali lagi menggunakan jasa yang kita tawarkan. Karena umumnya konsumen tidak suka jika menunggu terlalu lama pelayanan yang mereka harapkan.

Dalam menjalankan pemasaran jasa, adanya peran karyawan yang menangani konsumen dengan baik merupakan daya tarik tersendiri bagi para konsumen. Karena kinerja karyawan menentukan citra perusahaan jasa.

Di sisi lain, tinggi rendahnya harga yang ditawarkan pelaku bisnis jasa sebaiknya disesuaikan dengan besar kecilnya manfaat yang didapatkan konsumen dari produk jasa yang kita tawarkan. Semakin besar manfaat atau nilai yang dirasakan konsumen, semakin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan konsumen.

Menggunakan perkembangan teknologi serta inovasi untuk menghasilkan produk jasa yang mampu memberikan solusi terbaik bagi para konsumen. Karena semakin canggih teknologi yang digunakan, semakin cepat pula pelayanan yang diberikan untuk konsumen.

Menyesuaikan budaya yang berkembang pada saat ini. Karena peluang pasar bisnis pasar jasa juga dipengaruhi dengan budaya yang berkembang saat ini.

 


Ø Contoh Kasus tentang produk pada perusahaan sosis champ


 


strategi untuk meningkatkan penjualan sosis siap makan Champ diketahui bahwa terdapat faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penjualan produk sosis siap makan Champ. Untuk faktor internal terdapat beberapa hal yaitu kekuatan dan kelemahan. Dimana bahan baku yang berkualitas, brand image yang baik, harga yang terjangkau, serta intergrasi dengan grup merupakan kekuatan yang dimiliki. Untuk distribusi yang kurang merata, produk yang rentan rusak, promosi yang kurang maksimal, serta sumber daya pemasaran yang kurang merupakan kekurangan yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu, terdapat faktor eksternal yang menjadi perhatian perusahaan yaitu peluang dan ancaman. Untuk peluang yang dimiliki perusahaan adalah daya beli meningkat, pasar potensial serta perubahan gaya hidup. Namun demikian, terdapat beberapa hal yang menjadi ancaman perusahaan yaitu isu kesehatan, pasar bebas, produk pesaing. Rumusan alternatif strategi yang didapatkan berdasarkan faktor-faktor eksternal dan internal adalah bekerjasama dengan partner, diferensiasi produk, promosi gabungan dengan grup Charoen Pokphand, serta promosi edukatif.

Khamis, 10 Disember 2020

Dimas Syah Fachlevi

Konsep Segmentation, Targeting, dan Positioning Pasar

 


•STP atau Segmentation Targeting Positioning adalah salah satu pendekatan atau model yang digunakan untuk mengembangkan pesan dan strategi pemasaran  yang sesuai pada segmentasi target audiens tertentu. Model pemasaran ini dikenal sebagai salah satu yang paling efektif dan populer digunakan hingga saat ini.


•Nilai pelanggan (customer value) merujuk pada perbandingan antara manfaat yang didapat dari sebuah produk dengan pengorbanan yang harus dikeluarkan untuk memperoleh manfaat. Dengan kata lain, ini merupakan bentuk penilaian konsumen tentang kapasitas sebuah produk dalam memuaskan kebutuhan mereka. Dalam pemasaran produk, terdapat tiga komponen utama yang harus dijalankan sebagai rangkaian dari strategi promosi perusahaan. Tiga komponen tersebut adalah segmenting targeting positioning (STP).


•Grosir merupakan kata dari mendistribusikan, yang artinya menjual suatu barang ke konsumen yang tentu saja bukan konsumen asal tetapi konsumen yang berwiraswasta atau membuka suatu usaha.  Di mana, seorang konsumen membeli suatu barang yang sangat banyak, sehingga harga yang di tawarkan oleh produsen sangat murah.


•Eceran atau disebut pula ritel (bahasa Inggris: retail) adalah salah satu cara pemasaran produk meliputi semua aktivitas yang melibatkan penjualan barang secara langsung ke konsumen akhir untuk penggunaan pribadi dan bukan bisnis.


•Eksportir adalah orang atau instansi yang melakukan aktivitas pengiriman komoditas menuju negara lain (ekspor). Eksportir diharuskan terdaftar secara resmi pada instansi pemerintah urusan perdagangan.


•Pelanggan adalah suatu lembaga, instansi, organisasi atau juga perorangan yang membeli barang atau jasa dari perusahaan secara rutin atau terus menerus karena barang yang di belinya dapat bermanfaat baginya. Untuk pelanggan lokal itu pelanggan yang berasal dari daerah sendiri, sedangkan pelanggan nasional itu pelanggan dari lingkup satu negara,dan pelanggan internasional yaitu pelanggan dari lingkup negara lain.


•Segmenting atau yang sering dikenal dengan segmentasi pasar merupakan tindakan mengklasifikasikan pasar ke dalam kelompok-kelompok dengan berbagai kategori. Sehingga kondisi tersebut memungkinkan kebutuhan produk yang berbeda atau kombinasi pemasaran yang terpisah. Singkatnya, segmentasi merupakan proses membagi pasar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil berdasarkan dari karakteristik yang memiliki nilai. Melalui segmentasi pasar, aktivitas pemasaran bisa dilaksanakan sesuai dengan rencana dan memperoleh hasil yang maksimal dalam memberikan kepuasan untuk konsumen. Kemudian dari aspek psikografis, Anda akan membagi pasar ke dalam kelompok-kelompok yang berbeda berdasarkan kelas sosial seperti kepribadian, gaya hidup, dan lain sebagainya. Terakhir adalah aspek perilaku, Anda akan membagi konsumen ke dalam segmen-segmen sesuai dengan kategori dalam tingkah laku konsumen, perasaan, cara mereka menggunakan produk atau kondisi pemakaian, serta loyalitas terhadap brand.


•Targeting atau menetapkan target pasar yang ingin Anda sasar. Targeting merupakan tindakan menilai ketertarikan dan minat dari beragam segmen pasar, kemudian menentukan segmen pasar mana yang akan Anda jadikan sebagai target pasar. Target pasar dipahami sebagai kelompok yang dipilih oleh suatu bisnis untuk dijadikan sebagai calon pelanggan dengan melakukan penargetan dan segmentasi. Terdapat empat strategi yang bisa Anda pilih dalam melakukan targeting diantaranya undifferentiated targeting strategy, differentiated targeting strategy, concentrated targeting strategy, dan custom targeting strategy.


•Positioning atau penempatan produk yang merupakan upaya untuk menempatkan posisi produk dalam menghadapi persaingan. Pengembangan strategi pemasaran ini bertujuan untuk mempengaruhi tentang bagaimana suatu segmen pasar tertentu menilai produk maupun jasa ketika dibandingkan dalam kompetisi pasar. Sementara, dalam menentukan posisi pasar Anda harus menunjukkan bahwa produk bisa dibedakan dari kompetitornya.


•Positioning atau penempatan produk yang merupakan upaya untuk menempatkan posisi produk dalam menghadapi persaingan. Pengembangan strategi pemasaran ini bertujuan untuk mempengaruhi tentang bagaimana suatu segmen pasar tertentu menilai produk maupun jasa ketika dibandingkan dalam kompetisi pasar.