Ahad, 22 September 2019

BAB 5: PEMASARAN

Mengembangkan Strategi Pemasaran yang Efektif

Strategi pemasaran merupakan cara pengusaha bagaimana ia menarik calon konsumen dan pasar agar produk yang dibuat akan laku keras diasaran sehingga sang pengusaha akan mendapat profit yang semaksimal mungkin atas teknik pemasaran yang baik.
Banyak perusahaan maupun pengusaha yang menggunakan cara-cara baru yang memikat hai para konsumen, banyak sekali cara-cara yang ampuh karena terkadang disetiap perusahaan akan menggunakan teknik pemasaran yang berbeda supaya terlihat unik dan baru.

Manfaat strategi pemasaran 


  1. Merecanakan produk dan membuat produk yang benar -benar dibutuhkan oleh konsumen.
  2. Menentukan harga jual yang tepat.
  3. Mempromosikan produk dengan cara dan saluran media yang tepat.

Bauran pemasaran (Marketing Mix)

  1. Product (produk) : produk adalah sesuatu yang dibuat produsen untuk dipasarkan kepada konsumen sehingga konsumen memberikan timbal balik agar produsen mendapat keuntungan
  2. Price (Harga) :harga adalah suatu patokan ukuran dari produk yang kita jual biasa menggunakan mata uang untuk timbal baliknya, yag harus dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan produk.
  3. Place (Tempat penjualan/tempat produksi) : pengusaha harus menentukan tempat produksi mana yang cocok untuk digunakan. pengusaha juga harus mengetahui tempat strategis mana yang bisa langsung memasarkan produknya ke konsumen yang cocok baik tingkat pendapatan, usia dll.
  4. Promotion (Promosi) : promosi adalah kegiatan dimana kita membuat sesuatu yang akan menaik para konsumen secara besa-besaran agar kita mendapat keuntungan, biasanya dengan membuat pamflet atau iklan.
Sebelum menerapkan 4P maka kita harus mempertimbangka dulu hal berikut : 
  • Solusi Pelanggan (Cutomer Solution) : produk yang dijual harus mengatasi masalah konsumen.
  • Biaya Pelanggan ( Customer Cost) : biaya yag dikeluarkan konsumen untuk mendapatkan produk yang ia inginkan
  • Kenyamanan (Convenience) : produk harus mampu menyenangkan hati konsumen
  • Komunikasi (Communication) : pengusaha dan konsumen melakukan komunikasi baik saat sebelum ransaksi, saat transaksi, maupun sesudah transaksi.

Anggaran  Pemasaran

Anggaran pemasaran adalah anggaran yang timbul dari kegatan pemasaran saja, sehingga tidak termasuk anggaran dari kegiatan memproduksi barang. Anggaran pemasaran jumlahnya dari bulan ke bulan pasti bervariasi, bisa tinggi maupun rendah.ada buan ketika permintaan naik seperti pada hari hari-hari penting dan dan pada penurunan harga pasar. Pada bulan tersebut, sebisa mungkin anggara pemasaran dinaikkan agar permintaan konsumen dapat terpenui dengan baik.




BAB 3 : KENALI USAHAKU

Siapa konsumen produkku ?


Seorang pengusaha pastilah membutuhkan konsumen, karena konsumen adalah seseorang yang akan membeli produk dari produsen dan memberikan timbal alik yang akan membuat si pengusaha mendapat profit dari hasil penjualan produk kepada konsumen.
Dalam ha ini kita harus benar benar mengkaji siapa yang akan menjadi target konsumen kita misalkan apakah konsumen terseut berada pada tingkat kalangan atas, menengah atau bawa. Karena itu adalah hal yang sangat penting dalam menentukan harga yang akan kita tetapkan produk kita dari tingkat pendapatan konsumen. Ada banyak komponen yang kita butuhkan untuk mengklasifikasikan konsumen agar pemasaran kita terstruktur dan tidak salah target juga mencocokkan produk kita ini cocok untuk klasfikasi konsumen yang mana.

Klasifikasi yang kita tentukan diantaranya :

  1. Jenis kelamin : laki-laki / perempuan
  2. Usia
  3. Tingkat Pendapatan : Atas / Menengah / Bawah
  4. Tempat Tinggal
  5. Dan kriteria lainnya

Jika calon konsumen sudah diketahui kriterianya maka akan semakin mudah kita mengetahui target pasar kita, dan bisa dengan mudah menentukan mana yang akan menjadi peluang utama seta strategi pemasaran yang bagaimana yanga akan kita ambil. Kita bisa juga menentukan kalangan mana yang akan membeli produk kita juga kisaran umur berapa yang sekiranya aman untuk mengonsumsi produk kita. 
Dalam kasus ini jika kita tidak mnentukan kriteria calon pelanggan dengan benar maka istilah “produk yang tidak laku” akan kita sandang. Misalkan kita akan menjual baju, bila kita ngin menjual baju yang berkualitas maju dan harga mahal maka jangan menjual baju tersebut pada kalangan tingkat pendapatan yang bawah, karena hal itu akan membuat para konsumen enggan untuk membeli produk kita.

Keunggulan bersaing

1. Biaya produksi yang lebih murah


Hal ini adalah hal yang paling dicari oleh calon konsumen yang berada pada tingkat pendapatan menengah kebawah, hal tu karena mereka akan lebih mementingkan harga dibanding kualitas, walaupun kualitas juga sangat penting tetapi mereka akan mengesampingkan hal tersebut, kecuali pada produk makanan, mayoritas akan cenderung memilah makanan mana yang bekualitas tetapi memiliki harga yang paling murah. Hal tersebut menjadi peluang kita yang akan menjual suatu produk dengan harga murah yang pasti menjadi incaran mereka dengan tidak mengesampingkan kualitas produk yang kita produksi.

2. Meciptakan perbedan dengan produk pesaing

Tentang produk pesaing telah kita analisa di bab 2 tentang analisa pesaing, jadi kita hanya akan menganalisa dan meminimalisisr kelemahan yang kita miliki serta mempelajari kelemahan mereka agar kita tidak memiliki kelemahan yang sama. Mempelajari keunggulan mereka juga penting agar kita tidak kalah saing nantinya.



BAB 2 : GALI IDE USAHAMU


1.           Analisa pros-cons
       Analisa pros-cons merupkan analisa yang digunkan untuk membedakan aspek positif dan aspek negatif dari suatu produk saya memilih produk manakah yang cocok untuk kita pasarkan dan mendapat lebih banyak profit dan peluang yang lebih besar dari opsi produk lain yang ingin kita pasarkan.
      Misalkan pada kegiatan kewirausahaan saya, saya memiliki usaha salad dan brownis.

Beberapa informasi yang harus didata untuk menentukan pros (positif) dan cons (negatif)



1. 
Keahlian yang dimiliki pengusaha untuk menjalankan usaha tersebut

Keahlian pengusaha dalam melakukan kegiatan kewirausahaan sangatlah penting karena dalam membuat suatu produk harus bisa dalam pembuatan produknya, jika kita tidak mengetahuinya maka kita tidak akan bisa memasarkan karena produknya tidak akan jadi. Dan kita juga harus tau bagaimana cara memasarkan dan ahli dalam memikat konsumen.

2.  Ketersedaan bahan baku yang dibutuhkan

Bahan baku sebaiknya mencari yang tidak terlalu terikat dengan musim, jadi sepanjang tahun bahan baku tersebut tersedia, ataupun kita bisa mencari bahan alternatif lain jika bahan baku yang kita butuhkan belum pada musimnya.

3.  Kemudahan mendapat bahan baku yang dibutuhkan

Bahan baku yang dibutuhkan haruslah tersedia disekitar kita, karena bahan baku adalah hal penting dalam pembuatan suatu produk dan sebisa mungkin dalam pencarian bahan baku tersebut adalah bahan baku yang mudah ditemukan ketika kita berada pada kondisi yang mendesak. Pada bahan baku sendiri komponen –komponennya harus lengkap, jika suatu produk membutuhkan bahan baku A dan B tetapi bahan baku B tidak terlengkapi maka rasa atau kualitas produk akan menurun dan maka kita akan kehilangan konsumen.

4.  Kemampuan dalam memproduksi dalam satu periode

Kemampuan kita dalam memproduksi produk dalam satu periode sangat penting agar kita dapat menghitung omset dan memberi kepastian ketersediaan produk kita di setiap waktu tertentu agar konsumen tidak meragukan kita.

5.  Keberadaan dan jumlah pesaing yang mempunyai produk sejenis

Pengusaha harus tahu barang apa saja yang akan menjadi pesang produk kita dan strategi apa saja yang akan bisa mendongkrak ke-eksisan produk kita dalam teknik pemsaran yang baik.


2. Analisis SWOT
Analisa SWOT adalah analisa yang ng berguna untuk menentukan kondisi internal pengusaha dan kodisi eksternal pengusaha dengan mencari Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman)

a)      Kondisi Internal Pegusaha (Dalam diri pengusaha)
Ø  Strengths : Apa kekuatan/tantangan yang mampu kita hadapi sehingga kita akan mendapat keuntungan.
Ø  Weaknesses : hal apa yang menjadi kelemahan kita dalam prosen kewirausahaan dari awal sampai akhir.

b)      Kondisi Eksternal Pengusaha (Diluar diri pengusaha)
Ø  Opportunities : peluang apa yang ada dalam pemasaran kita.
Ø  Threats : ancaman apa yang bisa mengganggu kestabilan dari kegiatan kewirausahaan kita.
 3. Analis pesaing
Pada kegiatan kewirausahaan yang kita miliki pasti ada yang namanya pesaing, pada analisa kali ini akan ada analisa yang memilah apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan dari produk pesaing, serta memnentukan solusi dari kelemahan para pesaing tersebut agar bisa kita jadikan sebuh peluang untuk menarik para konsumen.